Praja Putri IPDN Tewas Saat Latihan Dasar, Ermaya: Sudah Sesuai SOP

by -41 views

Calon Praja Ini Meninggal Saat Diksar, Begini Penjelasan Gubernur IPDNKematian Dhea Rahma Amanda, calon praja putri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) masih diselidiki. Dhea meregang nyawa saat tengah mengikuti rangkaian latihan dasar (laksar) di Lapangan Resimen, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Minggu (1/10) pukul 08.15 WIB. Calon praja asal kontingen Lampung kelahiran 9 Oktober 1999 silam itu tewas usai latihan lari.

Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Gubernur Akpol, mengatakan kondisi Dhea semula masih sehat saat mengikuti latihan dasar di Lapangan Resimen. Dikatakan, awalnya, Dhea bersama rekan-rekannya bangun pagi pukul 04.00 WIB untuk mengikuti salat berjamaah dan pengajian.

“Kemudian masih ikut makan bersama lalu dilanjutkan apel pagi pukul 07.45 WIB. Setelah itu, almarhumah mengambil kegiatan fisik dengan lari satu putaran,” kata Rycko.

Tetapi, saat diminta berbaris untuk merapat ke setiap kelas, Dhea tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Tubuh Dhea lalu dibawa ke RS Bhayangkara agar mendapatkan pertolongan pertama selama 30 menit.

Namun sayangnya, nyawa Dhea tak tertolong setibanya di RS Bhayangkara. Mendapati kabar mengejutkan itu, pihaknya langsung mengontak Gubernur IPDN.

Tim medis RS Bhayangkara masih mengautopsi jenazah almarhumah. Data sementara tidak ditemukan adanya riwayat sakit dan berobat ke rumah sakit. “Sebelumnya sehat-sehat saja dia,” kata dia.

Hanya saja, sebelum laksar, Dhea sempat mengeluh sakit asma. Keluhan itu disampaikannya saat menjalani seleksi di Lampung. “Makanya kita ingin tahu jejak rekam medisnya di IPDN. Yang jelas tidak ditemukan kekerasan fisik karena laksar praja putri dipisah dengan putra,” ujar Rycko.

Gubernur IPDN Ermaya Suradinata mengaku kaget mendengar kabar duka tersebut. Menurut Ermaya, tahapan laksar yang digelar bersama pihak Akpol selama ini sudah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Ermaya mengatakan laksar 2017 merupakan tahun ketiga yang digelar bersama Akpol. Itu, lanjutnya merupakan program Diksar Mendik.

“Itu latihan buat Diksar Mendik. Sudah dua angkatan berjalan baik makanya tahun ini kita gelar lagi selama sebulan terakhir,” kata Ermaya.

Ia mengatakan kejadian yang merenggut nyawa seorang calon praja putri bernama Dhea Rahma Amanda, merupakan diluar kendalinya. Sebab, pelaksanaan berada ditangan Akpol.

Untuk saat ini, jenazah almarhumah masih menjalani autopsi di RS Bhayangkara. Tim medis sedang melakukan autopsi fisik luar dan dalam. “Prosesnya tentu sesuai izin pihak keluarga Dhea,” ungkapnya.

Ermaya mengatakan ibunda almarhumah saat ini sedang perjalanan menuju Semarang. Pesawat yang ditumpanginya sudah berada di Jakarta. “Nanti (jenazahnya) akan dibawa ke Lampung,” imbuhnya.

Ia menegaskan laksar IPDN digelar dengan baik dan lancar. Pelaksanaan program itu tidak berlebihan. “Sebelum latihan juga ditanya apakah ada yang sakit atau tidak. Semua peserta menyatakan sehat kok,” bebernya.

Dalam proses pemeriksaan kesehatan sementara, Ermaya mendapati hasil bahwa almarhumah mengalami masalah kesehatan. “Kami turut berbelasungkawa atas wafatnya korban,” katanya.

Dikatakan, laksar IPDN tahun ketiga ini diikuti 1.545 calon praja. Program ini merupakan arahan dari Kemenpan dan 

Sumber : http://www.ucnews.id