Presiden Sebut 10 Juta Pekerja China Masuk Indonesia Itu Hanya Isu

by -17 views

Presiden Joko Widodo akrab dipanggil Jokowi tampak gerah dengan isu yang melanda negeri ihwal maraknya pekerja asing asal Tiongkok yang disebut-sebut membanjiri sejumlah daerah di Indonesia.

Kegerahan Jokowi soal isu tersebut ia lontarkan saat menghadiri Deklarasi Pemagangan Nasional di Karawang International Industrial City (KIIC) di Kabupaten Karawang, Jumat (23/12).

“Jangan sampai ada isu-isu, yang saya kira harus dijawab, katanya ada suara-suara tenaga kerja Tiongkok yang masuk ke Indonesia ini 10 juta, 20 juta, itu hitungnya kapan,” ujar Jokowi.

Menurutnya, data pasti yang telah ia terima dari para pembantunya di kabinet menyebutkan jumlah tenaga kerja asal Tiongkok atau China yang ada di Indonesia jauh dari angka yang disebutkan, 10 juta atau 20 juta.

“Hitungan hingga hari ini tenaga kerja Tiongkok yang ada di Indonesia hanya 21 ribu, sangat kecil sekali. Jangan ditambah nol terlalu banyak,” ujar Jokowi.

Selain itu, jumlah tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri malah jauh lebih banyak dibanding tenaga kerja asal Tiongkok yang ada di Indonesia. Ia membandingkan tenaga kerja Indonesia di Malaysia mencapai 2 juta, lalu di Arab Saudi sekitar 1 juta, Hongkong sebanyak 153 ribu dan Taiwan lebih dari 200 ribu.

“Mereka juga biasa-biasa saja, bisa menerima tenaga kerja kita yang bekerja di negara mereka. Tapi di kita, logikanya enggak mungkin lah, dari luar negeri enggak mungkin karena gaji mereka disana lebih besar dibanding di kita. Jadi ini logikanya benar-benar enggak masuk. Tapi gaji kita bisa ditingkatkan dengan melihat nanti pertumbuhan ekonominya seperti apa,” ujarnya.

Yang ada kata Jokowi, jumlah 10 juta orang asal Tiongkok itu haruslah menjadi jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia karena akan membawa banyak manfaat besar bagi warga. Apalagi, pariwisata di Indonesia kata Jokowi sangat menjanjikan.

“10 juta itu turis yang diharapkan dari Tiongkok masuk ke Indonesia karena turis dari Tiongkok itu jadi rebutan. Amerika Serikat bisa menarik 150 juta turis asal China, lalu Uni Eropa. Jadi ini urusan turis, bukan tenaga kerja,” katanya.

Karenanya, logika-logika isu itu harus ditepis karena tidak kontraproduktif. “Ini harus disampaikan agar jangan menjadi rumor yang berkembang keman-mana, logika (10 juta-20 juta) tenaga kerja Tiongkok masuk ke Indonesia itu enggak masuk (akal),” katanya