Pria Mabuk Tonjok Polisi di Jatos

by -202 views


JATINANGOR (GM) – Sikap arogan ditunjukkan Humas Jatinangor Town Square (Jatos), Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Yayat Supangat. Yayat yang diduga tengah mabuk menonjok pemilik counter HP yang juga anggota Satuan Brimob Polda Jabar.

Keterangan yang berhasil dihimpun “GM”, Rabu (9/5), peristiwa yang terjadi Sabtu (5/5) malam tersebut ditangani Polsek Jatinangor. Sejumlah anggota Brimob, Selasa (8/5), mendatangi Mapolsek Jatinangor untuk menanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut.

Kasus ini ditangani Polsek Jatinangor. Briptu Hafid Yulianto, anggota Brimob yang menjadi korban pemukulan melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Mapolsek Jatinangor. Dikatakan, aksi pemukulan dilakukan dengan disertai ancaman.

Saat itu, Briptu Hafid tengah bersiap menutup counter HP miliknya. Sedangkan Yayat membetulkan HP di counter HP lainnya.

Saat itu, Briptu Hafid menanyakan kerusakan kunci rolling door pada Yayat. Namun pertanyaan ini dibalas pukulan ke bagian mulut sebelah kiri korban hingga luka memar. Setelah itu, Yayat mengancam akan mengambil golok di rumahnya.

Kepada wartawan di Mapolsek Jatinangor, Briptu Hafid mengakut tidak memiliki persoalan dengan pelaku. “Saya kenal Yayat hanya sebagai penyewa counter HP di Jatos dan Yayat ini bagian dari manajemen Jatos. Saat saya dipukul hanya gara-gara menanyakan kerusakan kunci rolling door,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Jatinangor, Kompol Nana Sumarna membenarkan adanya kasus pemukulan disertai ancaman yang menimpa anggota Brimob tersebut.

“Kasusnya memang tengah ditangani, bahkan telah memeriksa saksi-saksi. Karena Yayat telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf, Briptu Hafid menerimanya dan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Yayat mengaku saat itu dalam keadaan mabuk,” katanya.

Pihak Jatos yang diwakili Mulyadi (Chief Holding) kepada wartawan mengatakan, peristiwa yang melibatkan Yayat tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan, dalam waktu dekat.

“Saya akan laporkan dulu ke pimpinan Jatos. Pimpinan yang akan memutuskan apakah ada sanksi atau tidak,” katanya.

Saat dikonfirmasi Yayat belum bisa memberikan keterangan. Telepon selulernya pun dalam keadaan tidak aktif.

(B.46)**