Produk Makanan Olahan untuk Penguatan Ekonomi

by -97 views

Setelah sukses dengan pengecatan rumah warga hingga berwarna-warni di Kampung Buricak Burinong (Burnong), Dusun Cisema, Desa Pakualam, Kec. Darmaraja, masyarakat  juga dilatih keterampilan membuat makanan olahan. Kegiatan itu, untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di Kampung Burnong.

“Saat ini, kami sedang mengintensifkan pelatihan makanan olahan sebagai upaya kongkret dalam memberdayakan ekonomi masyarakat di Kampung Buricak Burinong. Jadi, tak hanya melakukan pengecatan rumah  saja, warga pun perlu dimotivasi dan dibantu penguatan ekonominya, ” ujar Ketua Tim Pengarah “Sumedang In Move” sekaligus Penasihat “Paguyuban Sumedang Motekar”, Herman Suryatman di Sumedang, Minggu 19 November 2017.

Ia mengatakan, pelatihan membuat makanan olahan itu, kelanjutan dari pelatihan kewirausahaan  sebelumnya yang difasilitasi Tim Universitas Pajajaran. Pelatihannya  di Bale Desa Pakualam, Sabtu 18 November 2017. “Melalui pelatihan ini, kami motivasi masyarakat agar berani berinovasi membuat makanan olahan tradisional yang khas dan unik. Misalnya,  ikan bakar dan kere jaer (dendeng mujair-red) buricak burinong,” tutur Herman.

Dengan upaya tersebut, kata dia,  diharapkan Kampung Burnong ke depan bukan hanya dikenal dengan daya tarik alam dan warna- warni perkampungannya saja, melainkan  juga memiliki daya tarik kuliner. Inovasi itu,  harus terus didorong semua pihak. Terlebih perkembangan industri wisata  membutuhkan sokongan kreativitas  masyarakatnya.

Guna membantu kegiatan tersebut, lembaganya bekerja sama dengan Yayasan Al Barokah Een Sukaesih dan LPK Maharani memberikan  bantuan peralatan pembuatan makanan olahan. Seperti halnya freezer, kompor gas dan alat lainnya. Selain itu,  bantuan seperangkat komputer, printer dan LCD guna menunjang kegiatan kreativitas masyarakat.

“Bantuan ini, sebagai bentuk keseriusan kami untuk mendorong pemberdayaan masyarakat Kampung Buricak Burinong. Silakan manfaatkan dengan baik. Buat produk makanan olahan yang kreatif. Nanti, penjualannya harus dijajaki secara online,” katanya.

Produk ikan olahan

Menyinggung tentang pelatihan,  Ketua LPK Maharani sekaligus koordinator pelaksana pelatihan Lia S Maharani  menjelaskan, pelatihan makanan olahan itu difokuskan pada produk ikan olahan. Hal itu,  sesuai potensi yang tersedia di lapangan, yakni Waduk Jatigede. Pelatihan tersebut merupakan pelatihan tahap pertama dari dua paket pelatihan yang akan dilaksanakan untuk warga masyarakat Kampung Buricak Burinong.

“Tahap pertama,  pelatihan diikuti  16 orang ibu-ibu dari anggota Kelompok Wanita Tani Mekar Arum, Dusun Cisema, Desa Pakualam, Darmaraja. Sebagian dari peserta,   ibu-ibu pemilik warung di sekitar pesisir Waduk Jatigede,” katanya.

Lebih jauh ia menuturkan,  pelatihan makanan olahan akan dilaksanakan selama 20 kali pertemuan. Materi yang diberikan,  meliputi teknik pembuatan aneka macam makanan olahan ikan serta  beberapa macam makanan dan minuman tambahan. “Selain materi teoritis,  kami juga mengajarkan praktek langsung membuat makanan olahan,” katanya.

Ia menambahkan, guna  menunjang kelancaran  pelatihan, LPK Maharani  dibantu para petugas Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang termasuk  Pemerintah Desa Pakualam. “Alhamdulillah, pelatihan ini dapat terlaksana berkat sinergi antara LPK Maharani, BLK, pemerintahan Desa Pakualam serta dukungan penuh dari Sumedang In Move dan Paguyuban Motekar,” ujar Lia

 

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com