Protes Toko Modern, Pedagang Pasar Tanjungsari Datangi Badan Perizinan

by -45 views

Jatinangorku.com – Sedikitnya 30 pedagang Pasar Tanjungsari di bawah naungan Ikatan Kerukunan Warga Pasar (Ikwapa) Tanjungsari, menyambangi kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Sumedang, Rabu (18/11/2015). Mereka mengajukan protes sekaligus mendesak BPMPT segera mencabut izin usaha toko modern Victoria Busana (VB) di Jalan Tanjungsari, Desa/Kec. Tanjungsari. Toko modern tersebut, rencananya akan beroperasi mulai Sabtu (21/11/2015) nanti.

Protes para pedagang tersebut, karena toko VB akan menjual barang-barang sejenis yang ada di Pasar Tanjungsari, yakni berupa pakaian. Kehadiran toko modern dengan tiga lantai itu, dinilai akan merugikan para pedagang pasar tradisional.

Jika toko VB beroperasi, dampaknya pakaian yang dijual di pasar tidak akan laku. Secara jangka panjang, perdagangan di Pasar Tanjungsari akan lesu darah dan bukan mustahil usaha mereka gulung tikar.

“Kami tidak mempersoalkan bangunannya. Yang kami permasalahkan, toko VB akan menjual barang sejenis yaitu pakaian yang banyak dijual di Pasar Tanjungsari. Silakan menjual barang-barang lainnya, asalkan jangan menjual pakaian dan sembako,” ujar Ketua Ikwapa Pasar Tanjungsari Aan Rusmana di sela-sela audiensi dengan Kepala BPMPT Kabupaten Sumedang, Ade Setiawan di aula rapat BPMPT, Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Rabu (18/11/2015).

Selain akan menjual barang sejenis, lanjut dia, letak toko VB sangat berdekatan dengan Pasar Tanjungsari hanya terpaut 15 meter. Pendirian toko tersebut, jelas melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang No. 3 tahun 2014 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional.

Berdasarkan perda tersebut, jarak antara toko dan pasar modern dengan pasar tradisional minimal sejauh 2 km. Pelanggaran lainnya, pemohon Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pemohon Izin Usaha Perdagangan (IUP) ternyata berbeda, padahal lokasi dan bangunannya sama. Bahkan sebelumnya, IMB-nya belum keluar tapi tokonya sudah dibangun.

Menyinggung protes para pedagang, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Sumedang, Ade Setiawan mengatakan, menindaklanjuti protes dari Ikwapa Pasar Tanjungsari, BPMPT akan melakukan penelitian ulang terhadap berbagai perizinan toko VB.

Penelitian itu akan dilakukan oleh tim yang beranggotakan dari perwakilan beberapa dinas terkait. Sehubungan dengan penelitian ulang perizinan tersebut, sehingga izin usaha toko VB untuk sementara ditangguhkan termasuk pengoperasiannya.

“Kami juga meminta kepada Satpol PP untuk melakukan berbagai langkah pengawasan di lapangan sesuai aturan yang berlaku. Kami juga akan melaporkan protes dan tuntutan warga pasar kepada Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan,” katanya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/