Proyek Tol Cisumdawu, Interchange Mengalami Perubahan

by -706 views


JATINANGOR

Pelaksanaan pembangunan megaproyek jalur jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Kab. Sumedang dipastikan mengalami pergeseran jalur. Perubahan dilakukan pada bagian interchange. Sebelumnya pembangunan interchange yang melintasi jalur Jalan Raya Simpang, Desa Ciptasari, Kec. Pamulihan, Kab. Sumendang akan dialihkan ke pertigaan Kp. Lebakjati, Desa Ciptasari.

Lokasi pembangunan interchange berada di sekitar Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) yang berdiri di atas tanah milik Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Perubahan jalur ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sutriyanto. Sutriyanto menyampaikan hal itu kepada empat camat dan sejumlah perwakilannya yang hadir di kantor Desa Ciptasari, Kec. Pamulihan, Rabu (31/10). Keempat pejabat itu berasal dari Kec. Pamulihan, Sukasari, Jatinangor, dan Kec. Tanjungsari. Pada kesempatan yang sama hadir pula pejabat Pemkab Sumedang, Endi Ruslan.

Berdasarkan pemantauan “GM”, Rabu (31/10), pelaksanaan pembangunan Tol Cisumdawu berlangsung di sejumlah titik. Namun sebagian wilayah, seperti untuk Kec. Jatinangor, hingga kini belum jelas kapan pelaksanaannya. Tapi berdasarkan informasi, pembangunan Tol Cisumdawu yang memasuki kawasan Jatinangor akan dilakukan setelah sejumlah kecamatan lain tuntas.

Menurut Sutriyanto, dengan adanya sosialisasi pergeseran dan perubahan jalur interchange tersebut, sejumlah pihak di antaranya aparat desa dan kecamatan menyosialisasikannya. “Kepala desa diharapkan segera menyosialisasikannya kepada warga yang akan terkena dampak proyek pembangunan tersebut. Sebab perubahan itu sudah ada kejelasan,” katanya.

Ia mengatakan, dengan perubahan tersebut, otomatis luas lahan akan mengalami penambahan hingga 10 hektare. Sehingga pemerintah setempat harus menyosialisasikannya kepada para pemilik lahan.

Sutriyanto mengungkapkan perubahan muncul setelah ada pembahasan di tingkat Kementerian Pekerjaan Umum. Pertimbangannya biaya yang cukup besar jika memaksakan ke jalur semula.

“Jika dipaksakan tembus ke jalur Jalan Simpang akan menelan biaya yang cukup tinggi. Sehingga diputuskan perubahan jalur ke pertigaan Kp. Lebakjati,” katanya.

sumber : klik-galamedia