PT Coca-Cola Hentikan Pangambilan Air Bawah Tanah

by -73 views

PT Coca-Cola Hentikan Pangambilan Air Bawah Tanah

Jatinangorku.com – Manajemen PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang sejak 1 Maret 2014, sudah menghentikan pengambilan air bawah tanah melalui lima sumur aktif yang ada di dalam perusahaan tersebut.

“Hal itu menindaklanjuti surat yang disampaikan Bupati Sumedang ke PT CCIA tertanggal 17 Maret 2014 tentang perintah penghentian pengambilan air bawah tanah setelah izin pengambilan air di sejumlah sumur itu habis sejak 2010-2011,” ungkap Head of Corporate Affairs PT CCAI, Wislon T.P. Siahaan kepada wartawan, di Jalan Raya Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Senin (5/5).

Menurutnya, izin perpanjangan pengambilan air tanah dalam proses perpanjangan ke Pemkab Sumedang. Sebelum keluar surat bupati, pada 11 Maret jajaran SKPD, di antaranya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perizinan (BPMPP), Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sumedang dan pihak terkait lainnya.

“Mulai 1 Maret, PT CCAI sudah tidak mengambil air bawah tanah,” ujarnya. 

Dikatakan, dari 13 sumur artesis yang ada di dalam perusahaan itu, hanya lima sumur yang masih aktif. Selain itu, 1 sumur pantau dan 2 sumur resapan. Sedangkan 5 sumur lainnya, surat izin pengambilan airnya sudah dikembalikan ke pemerintah.

“Jadi yang sedang dalam proses perpanjangan izin yang 8 sumur,” kata Wilson.

Meski masih dalam proses perpanjangan izin sejak 2010 hingga sebelum 1 Maret, katanya, pihak CCAI masih mengambil air bawah tanah. 

“Dengan dasar menggunakan izin lama, meski sudah habis dan masih dalam proses perpanjangan permohonan izin ke Distamben dan BPMPP Kab. Sumedang dan pihak lainnya,” katanya.

Selama dalam proses pengambilan air, tambahnya, masih memenuhi kewajiban membayar pajak ke pemerintah hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya. “Karena masih ada surat perpajakan yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.

Ia belum tahu kenapa surat izin perpanjangan pengambilan air sumur dari Pemkab Sumedang belum keluar. Dikabarkan, belum keluarnya izin pengambilan air bawah tanah karena terkendala belum ada rekomendasi dari Dinas ESDM Provinsi Jabar.

Rekomendasi itu sebagai salah satu prasyarat keluarnya izin pengambilan air bawah tanah.

“Apa yang menjadi prasyarat kelengkapan izin dan keluarnya rekomendasi dari Dinas ESDM Provinsi Jabar sudah disampaikan. Karena izin baru bisa dikeluarkan Pemkab Sumedang kalau rekomendasi itu sudah keluar,” katanya.

Pihaknya selalu proaktif menanyakan penyelesaian izin pengambilan air bawah tanah. Karena prosesnya diduga tertunda di pemerintah.

“Kami berusaha mengikuti proses yang ada. Kita pun ingin segera menyelesaikan proses pembuatan izin. Kita selalu merespons apa yang diminta pemerintah untuk melengkapi prasyarat permohonan izin. Yang jelas kita sudah memenuhi persyaratan yang diminta pemerintah,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/