PT Polyfin Canggih Tak Peduli, Warga Cipacing Mengancam

by -1,437 views


JATINANGOR (17/12)

PT Polyfin Canggih, sebuah pabrik di Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, dinilai tidak peduli terhadap warga sekitar. Akibatnya warga Desa Cipacing mulai menebar ancaman.

Ratusan warga, sedianya Senin (17/12) ini akan mengepung PT Polyfin Canggih untuk melakukan demo besar-besaran. Mereka menuntut agar pihak pengelola peduli terhadap warga sekitar.

Namun rencana tersebut urung dilakukan. Pasalnya, Sabtu (15/12) Muspika Jatinangor turun tangan. Sebelumnya ratusan warga yang tergabung dalam Forum Cipacing Bersatu (FCB) yang didukung tarka, BPD, MUI, dan tokoh desa satempat telah sepakat akan menggelar demo. Mereka juga telah mendapat izin dari aparat.

Unsur muspika menilai demo tidak akan menyelesaikan persoalan dan dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga sebelum demo digelar, Sabtu (15/12) mereka mengundang aktivis FCB, LSM, BPD, tokoh masyarakat, dan pengelola PT Polyfin Canggih untuk berdialog. Pertemuan dilakukan di RM Ampera Jatinangor.

“Kita tidak melarang warga berdemo untuk menyampai keluhan dan tuntutan. Namun alangkah baiknya jika persoalan ini diselesaikan dengan dialog,” kata Camat Jatinangor, Drs. Bambang Rianto didampingi Kapolsek Jatinangor, AKP Rikky.

Ketua FCB, Drs. Nunu Suhanura mengatakan, upaya Muspika Jatinangor patut dihargai dan untuk sementara rencana demo ditunda. “Hanya ingat, Kamis (20/12) mendatang harus sudah ada keputusan dan apakah pengelola PT Polyfin juga siap berdialog. Jika tidak, demo tetap akan digelar. Pasalnya, warga Desa Cipacing sudah kesal,” katanya.

CSR dipertanyakan

Menurut Nunu, PT Polyfin Canggih dinilai kurang peduli. Terkait tenaga kerja, mereka tidak transparan. Selain itu, warga juga mempertanyakan corporate social responbility (CSR) dan penggunaan bahan bakar batu bara serta pengelolaan limbahnya.

Didampingi Ketua LSM Kawal Trans, Anton, Nunu mengatakan, PT Polyfin yang telah lama beroperasi di Desa Cipacing belum benar-benar bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat Desa Cipacing. Saat ini hanya orang luar yang menikmati keuntungannya, sementara warga sekitar gigit jari.

“Sekali lagi, Kamis mendatang, kami harus sudah ada keputusan positif dan kami meminta untuk berdialog langsung dengan pengelola PT Polyfin Canggih, termasuk pemasok batu baranya. Terus terang saja, keberadaan PT Polyfin belum bisa dinikmati warga. “Jika Dadang Priatna, Humas PT Polyfin mengatakan mereka telah melakukan sejumlah gerakan sosial maka patut dipertanyakan,” katanya.

Dalam dialog di rumah makan tersebut, Humas PT Polyfin Dadang Priatna mengatakan, selama ini pihaknya memberikan beasiswa atau bantuan lainnya.

“Terkait tuntutan FCB, akan kita sampaikan pada pimpinan dan pihak pemasok batu bara. Kita belum bisa memutuskan kapan akan digelar dialog. Kita sangat berharap Kamis mendatang sudah ada kabarnya,” katanya.

sumber : klik-galamedia