Pukul Taruna Akmil, Lima Praja IPDN Dipecat

by -17 views

Jatinangorku.com – Lembaga pendidikan milik pemerintah kembali tercoreng, ketika ditemukan tindak kekerasan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Hal ini terkait dengan dugaan pemukulan terhadap dua Taruna Akademi Militer (Akmil) yang melakukan studi banding di IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada 19 November lalu.

Menyikapi insiden itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo langsung bertindak tegas dengan melakukan pemecatan terhadap praja terkait. Tak hanya di ranah IPDN, mantan Sekjen PDIP ini juga telah menanamkan prinsip disiplin di kementerian yang dia pimpin.

“Hari ini (kemarin, Red) saya mulai di jajaran Kemendagri, yang tidak disiplin kasih tindakan. Kemarin saya berhentikan tidak hormat praja IPDN karena melakukan pemukulan,” ujar Tjahjo dalam pencanangan ‘Gerakan Disiplin Nasional’ di Jakarta.

Khusus IPDN, karena tindak kekerasan sudah membudaya di sana, Tjahjo juga mengevaluasi kinerja para pejabat pendidik di kampus yang berada di Jatinangor itu.

Pasalnya, peringatan demi peringatan yang sudah dilayangkan tak mampu juga menghentikan tindak kekerasan. Ujungnya, rektor dipecat dari kedudukannya, bersamaan dengan evaluasi pejabat dan pengasuh.

“Pejabat dan pengasuhnya kami evaluasi. Kami berhentikan mulai dari rektor dan anak buah. Kesalahan anak buah juga kesalahan pimpinan,” imbuhnya.

Sementara itu, atas insiden pemukulan taruna Akmil tersebut, lima praja IPDN telah dipecat. Mereka di antaranya empat praja tingkat tiga dan satu praja tingkat empat.

Kepala Biro Kemahasiswaan IPDN Arief M Edie mengatakan, pemecatan kelima praja tersebut dilakukan setelah pihak IPDN melakukan penyelidikan terkait dugaan pemukulan tersebut.

“Kami telah lakukan penyelidikan, setelah mendengar laporan tersebut. Pemecatan itu memang merupakan sanksi tegas dari Kemendagri, dan sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Seperti diketahui, kejadian itu berawal saat beberapa Taruna Akmil melakukan studi banding di IPDN. Pada 19 November 2015, dua taruna Akmil itu dibawa Praja senior IPDN dan dipukuli, alasannya karena mereka mengambill foto di area terlarang.

Sumber : http://radartegal.com/