Puluhan Guru Sumedang Alami Kredit Macet ke Bank

by -35 views

Puluhan Guru Sumedang Alami Kredit Macet ke Bank

Jatinangorku.com – Sebanyak 81 guru di Sumedang mengalami kredit macet atas pinjamannya ke beberapa bank. Hal ini menjadi masalah besar bagi institusi penaung guru yaitu Dinas Pendidikan (Disdik).

Masalah ini sampai dibahas dalam rapat koordinasi di pemkab bersama Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembannan dengan mengundang setidaknya empat bank.

Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Sumedang Dede Hermasyah membenarkan hal ini. Menurutnya, kredit macet yang dialami para guru berdampak luas karena telah mengganggu pembayaran gaji guru lainnya. Banyak guru yang belum menerima gaji padahal guru tersebut tidak mempunyai kredit bank.

“Kredit macet dari puluhan guru ini berdampak pada terlambatnya pembayaran gaji kepada guru lain yang tidak mempunyai cicilan apapun,” kata Dede, Rabu (9/8/2014).

Sementara itu, Kepala Disdik Eem Hendrawan mengatakan, terganggunya gaji guru karena ada kesepakatan soal pembayaran yang dilakukan bendahara sekolah. Bendahara harus membayar jumlah total tagihan bank untuk mencegah kembali terjadinya kredit macet.

“Kesepakatannya yaitu bendahara membayar sejumlah tagihan bank secara total dari alokasi dana gaji untuk guru di dinas,” kata Eem yang menyebutkan hal itu memang mungkin saja terjadi.

Kredit macet ini adalah kredit guru di luar pinjamannya ke Bank BJB. Satu orang guru mempunyai pinjaman lebih dari satu atau dua bank. Jika ada pinjaman ke BJB, pihak bank sudah memotong lebih dulu gaji guru ini.

Setelah semua terbayar kewajibannya, semua gaji guru ini diberikan ke bendahara dinas, lalu ke bendahara UPTD Sekolah. Bendara UPTD inilah yang melakukan kesepakatan tersebut dengan pihak bank.

Kesepakatan ini tidak hanya dilakukan dengan satu bank saja, karena kredit guru ini ada di beberapa bank.

Menurut Eem, jumlah tagihan yang dibayar ke bank ini menguras banyak alokasi gaji guru di sekolah tersebut. Sehingga ada guru lain yang seharusnya menerima gaji malah belum mendapat bayaran.

Penyebabnya, kata dia, jumlah kredit kumulatif yang harus dibayar satu guru melebihi dari jumlah total gaji yang diterima.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/