Punya Status Jalan Nasional, Rute Bandung-Cirebon Rusak dan Berbahaya

by

Jalan Nasional Rute 5 yang menghubungkan Bandung dan Cirebon dikeluhkan pengendara motor dan mobil.

Alasannya adalah kondisi jalan tersebut dianggap tidak layak, karena rusak dan bergelombang.

Kondisi aspal di sebagian ruas Jalan Raya Sumedang-Bandung, tepatnya di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tampak bergelombang dan berlubang, sehingga membahayakan para pengendara.

Menurut pantauan, aspal jalan bergelombang tersebut bervariasi mulai dari kedalaman 4 cm dan hingga 8 cm.

 

Belum lagi, jalur penghubung antar kota ini pun kerap dilintasi oleh sejumlah kendaraaan besar atau truk pengangkut material pasir dan batu, truk tersebut berjenis fuso hingga tronton.

Dengan datangnya musim hujan bukan hal yang aneh jika lubang-lubang tersebut bisa makin besar dan semakin membahayakan.

Akibatnya, pengendara yang melintas dari arah Bandung menuju Cirebon atau juga sebaliknya, terpaksa mengurangi laju kecepatan kendaraan untuk menghindari beberapa titik gelombang di Jalan Raya Bandung – Cirebon.

Antrean kendaraan pun kerap terjadi di ruas jalan tersebut, terutama pada waktu pagi serta sore hari, panjang antrean pun hingga mencapai satu kilometer, yakni dari pertigaan Cikuda hingga Seberang Kampus Ikopin Jatinangor.

Salah seorang pengendara, Yayat Somantri (54), mengatakan, kondisi bergelombangnya aspal tersebut, dianggap membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Guncangan motor sangat terasa kalau lewat jalan bergelombang ini, lebih bahaya kalau berkecepatan tinggi, takut jatuh,” kata Yayat di Jalan Raya Bandung – Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (31/10/2018).

Terutama pada waktu malam hari, para pengendara mengeluhkan jalan tersebut semakin berbahaya, karena berada di luar jangkauan penerangan jalan umum (PJU), sehingga tidak terlihat.

Pengendara lainnya, Abdul Gani (34), mengatakan, seharusnya pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut, dikhawatirkan semakin meluas, bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Untuk kenyamanan bersama, daerah Jatinangor ini kan daerah ramai,” katanya.

 

 

 

Sumber : https://www.gridoto.com