Puskesmas Cimanggung Diusulkan Jadi Puskesmas Rawat Inap

by -198 views

Puskesmas Cimanggung di Jalan Raya Cimanggung, Kec. Cimanggung,  dinilai layak dibangun puskesmas rawat inap. Selain  jumlah pasiennya banyak, juga untuk menjangkau rumah sakit pemda yakni RSUD Sumedang yang jaraknya jauh.  

“Bahkan Puskesmas Cimanggung, statusnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mengelola keuangan sendiri.  Dengan berbagai pertimbangan itu lah, Puskesmas Cimanggung layak dibangun puskesmas rawat inap,” ujar Camat Cimanggung, Herry Harjadinata di kantornya, Senin, 6 Maret 2017.

Menurut dia, perlunya dibangun puskesmas rawat inap karena sarana dan fasilitas kesehatan di Puskesmas Cimanggung kurang memadai. Hampir semua ruangan pelayanan sempit, termasuk lahan parkirnya.  Sementara jumlah pasiennya banyak. Setiap harinya, jumlah pasien yang berobat ke Puskesmas Cimanggung  rata-rata 120 sampai 150 orang. “Karena  sempit, sehingga ruangannya penuh sesak oleh para pasien. Padahal, mereka butuh kenyamanan dan pelayanan yang cepat saat berobat ke puskesmas,” tutur Herry.

Masalah lainnya, lanjut dia, ketika masyarakat harus dirujuk ke RSUD Sumedang, terkendala jarak yang jauh. Namun, mengingat tidak ada lagi rumah sakit pemerintah  terdekat, terpaksa jauh juga mereka datangi. Karena jauh, tak ayal ongkos transport pun mahal.

Kendati ada rumah sakit terdekat yakni di RSU AMC di Cileunyi, tapi  rumah sakit swasta.

“Kasihan masyarakat, apalagi mereka umumnya warga kurang mampu. Yang lebih kasihan lagi, warga yang tempat tinggalnya jauh di daerah pelosok. Oleh karena itu, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, tidak ada cara lain kecuali  harus segera membangun  puskesmas rawat inap,” ucapnya.

Herry mengatakan, pembangunan puskesmas rawat inap itu, dengan membangun gedung baru.  Awalnya, lahannya sudah tersedia di wilayah Desa Sirnagalih seluas 50 tumbak.  Akan tetapi, karena lokasinya  tidak cocok terutama dekat pabrik kulit, sehingga lahannya harus dipindahkan ke lokasi lain. Setelah dicari, ada lahan baru yakni tanah aset Desa Sirnagalih. Lokasinya  agak jauh dari lahan sebelumnya, terutama dari pabrik kulit. Tanah kas desa itu, cocok jika dibangun  gedung rawat  inap. 

“Bisa saja lahan yang dekat pabrik kulit itu,  ditukar guling dengan  tanah kas desa. Jadi untuk penyediaan lahannya tidak ada masalah, tinggal pembangunan  gedung termasuk sarana dan prasarananya. Anggaran, bisa diajukan ke provinsi melalui Dinas Kesehatan Kab. Sumedang,” tutur Herry.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumedang Retno Ernawati mengatakan, usulan pembangunan gedung rawat inap  Puskesmas Cimanggung, dinilai  bisa dan sangat memungkinkan. Dengan catatan, tanahnya sudah tersedia dan tidak bermasalah. Untuk anggaran pembangunan fisik  berikut sarana dan prasarananya, bisa diajukan kepada pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun APBD I Pemprov Jabar.

“Kami akan menindaklanjuti usulan pembangunan Puskesmas Cimanggung rawat inap ini. Kalau pembangunan dan penyediaan sarana, cukup mudah. Yang penting, penyediaan tanahnya harus clear and clean dulu dan lokasinya cocok,” tutur Retno