Rahma Nur Aisah Hidup Tanpa Anus

by

MALANG nian nasib Rahma Nur Aisah (1,4). Anak pasangan Yayan Taryana (50) dan Tati Sumiati (45), penduduk Kp. Jeruk RT 09/RW 19 Desa Cipacing, Kec. Jatinagor, Kab. Sumedang ini tidak memiliki anus. Balita malang ini buang air besar melalui kelaminnya yang membuatnya kesakitan.

Menurut beberapa warga yang sempat menengok ke rumah keluarga miskin tersebut, korban sempat dibawa seorang donatur asal Bandung ke salah rumah sakit ternama di Kota Bandung, Senin (23/1) lalu. Namun siapa namanya belum diketahui. Yang jelas, pengusaha jual beli mobil itu iba melihat kondisi Rahma.

Foto : Oleh Adisa
Anggi Resmana (22), kakak kandung Rahma kepada wartawan di rumahnya, belum lama ini mengatakan, akibat sakit yang dideritanya, berat tubuh adiknya tampak kurang normal. “Di usianya yang saat ini sudah menginjak lebih dari satu tahun, berat badannya hanya sekitar 5 kg,” katanya.

Anggi juga mengaku sedih melihat adiknya yang kerap menangis ketika akan buang air besar. “Saat mau buang air besar, adik saya suka terus menangis. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Keluarga miskin

Pihak keluarga mengaku tidak mampu mengobati Rahma. Tapi seorang dermawan kemudian mengulurkan bantuan. Keluarga Rahma sendiri tergolong miskin. Rumahnya yang berukuran 5 x 7 meter masih berlantai tanah dan terlihat sudah sangat kumuh. Sehari- hari ayahnya berkeliling menjual kerajinan khas Cipacing-Jatinangor.

Namun penderitaan Rahma kini tidak akan berlangsung lama. Seorang pengusaha asal Bandung mulai membawanya ke rumah sakit. Menurut Anggi, Senin pekan lalu adiknya sudah berobat. “Mudah- mudahan saja, pemerintah mau peduli untuk menolong adik saya agar bisa normal,” katanya.

Sebelumnya, Rahma hanya dibawa ke Puskesmas Jatinangor dengan mengandalkan Jamkesmas. Pihak keluarga tidak mampu membawa Rahma berobat ke rumah sakit karena untuk kebutuhan makan sehari-hari saja sudah susah. Mereka bahkan dibantu jatah beras miskin dari pemerintah.

Koswara (42), seorang warga yang sempat melihat kondisi Rahma, mengaku prihatin. Menurutnya, sebelum ada donatur, Rahma kurang mendapat perhatian dari pemerintah terkait. “Kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka berasal dari keluarga miskin. Rumahnya pun berlantaikan tanah dan tak layak huni,” katanya.

 

Sumber : Klik-Galamedia