Ratusan Awak Angkot Mogok, Bus DAMRI Diprotes

by -226 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGORKU.COM (21/5)

Ratusan penumpang telantar karena ratusan awak angkutan kota (angkot) 04 jurusan Cileunyi-Ciakar-Sumedang, mogok nambangan, Senin (20/5). Para awak angkot memarkirkan kendaraannya di Jalan Raya Ir. Soekarno.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, akibat tak beroperasinya angkot, sejumlah penumpang yang terdiri dari anak sekolah, pegawai swasta, dan pegawai negeri sipil (PNS) lebih memilih berjalan kaki atau menggunakan jasa tukang ojek pada saat pulang.

Salah seorang pengusaha angkutan, Kakan (38) didampingi seorang sopir angkot, Adi (39), mengatakan, aksi mogok awak angkutan umum itu dipicu merosotnya penghasilan sopir yang diduga akibat keberadaan trayek bus DAMRI jurusan Kebonkalapa-Tanjungsari.

“Bus DAMRI ada sejak tahun 1986 dan trayeknya dari Jatinangor menuju Kiaracondong. Pada tahun 1990, terjadi penambahan trayek dari Tanjungsari menuju Kebonkalapa. Akhirnya, keberadaan bus DAMRI dianggap merugikan awak angkot karena penghasilan merosot,” katanya.

Menurun drastis

Dikatakannya, beban seluruh sopir dan pengusaha angkutan menjadi tak berimbang, bahkan penurunan pendapatan sangat drastis mencapai 50 persen. “Jangankan bisa membawa uang ke rumah dan untuk biaya hidup keluarga sehari-hari, memikirkan bayar setor ke pemilik mobil sehari Rp 100 ribu pun sudah berat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Unit (KKU) 04, Agus Nuryaman, 

Kabid Angkutan Dishub Sumedang, Aef Saefudin, dan Ketua Djajat Sudradjat berharap permasalahan ini segera diselesaikan. Jika dibiarkan, awak angkutan umum 04 yang jumlahnya sekitar 400 unit itu, nasibnya akan semakin terpuruk.

“Kita berharap Pemkab Sumedang segera mengambil langkah agar permasalahan tuntas dan perekonomian sopir dan pengusaha angkutan kembali membaik. Para awak mogok karena keluhan mereka tak didengar dinas terkait,” kata Djajat saat audiensi di kantor Kec. Jatinangor.

(B.115)**

Kebun Emas 486 x 60