Ratusan Buruh Kembali Berunjukrasa di IPP Kabupaten Sumedang

by

UNTUK kesekiankalinya, ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DPC Sumedang, menggeruduk Gedung Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Kamis (1/11/2018).

Kedatangan mereka yang bergelombang menggunakan sepeda motor dan mobil, bertujuan untuk memperjuangkan perbaikan nasib mereka.

Ketua DPC SPSI Sumedang Guruh Hudiyanto, mengatakan, beberapa tuntutan yang diperjuangkan,  diantaranya menolak UMK Tahun 2019 berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dimana kenaikan UMK Tahun 2019, pabila mengacu pada aturan tersebut kenaikan hanya 8,03 persen sesuai dengan Inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi. Sedangkan kenaikan upah yang mereka perjuangkan sebesar 20% dari UMK saat ini sebesar Rp.2.678.000. 

“Perhitungan kenaikan UMK sesuai PP 78 tidak mendas. Sebab survey pariabel kebutuhan hidup layak (KHL) itu, dilakukan dalam 5 tahun sekali,” ujar Guruh.

Tuntutan lainnya, buruh mendesak agar Pergub 54 Tahun 2018, segera dicabut, karena dipandang merugikan.

Meski unjuk rasa tersebut  berjalan tertib, namun  Polres Sumedang, tetap melakukan pengaman sesuai SOP, dengan  menerjunkan 250 personil.  “Sudah menjadi tanggung jawab kami, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu, mana kala ada pemberitahuan tentang akan ada unjuk rasa dan sejenis, maka akan kami terjunkan personil ke lapangan, pengamanan,” kata Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo.

Pada kesempatan itu, mereka gagal bertemu Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir,  karena yang bersangkutan sedang dinas luar. Akhirnya perwakilan dari mereka diterima Wakil Bupati Sumedang, H.Erwan Setiawan.

Selang beberapa saat kemudian, usai menyampaikan tuntutannya, mereka akhirnya membubarkan diri dengan tertib. “Pastinya, akan kembali lagi, hingga tuntutan kami dipenuhi,” tandas buruh.

 

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com