Ratusan mahasiswa Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Mengikuti Sosialisasi Sistem Ketatanegaraan

by -21 views

Jatinangorku.com – Ratusan mahasiswa Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) dari berbagai unit kerja mahasiswa (UKM) mengikuti sosialisasi “Penataan Sistem Ketatanegaraan Indonesia Melalui Perubahan UUD NRI Tahun 1945” di Graha Suhardani Ikopin, Rabu (17/9).

“Acara bertujuan meningkatkan kerja sama antara MPR-RI dengan Ikopin dan meningkatkan tugas MPR dalam membangun nilai-nilai jiwa kebangsaan untuk berbagai sektor kehidupan berbangsa,” kata anggota Komisi VI MPR-RI, Yusyus Kuswandana, S.H. seusai acara.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami, bahkan merasa asing pada nilai-nilai yang terkandung dalam UUD ’45. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk menyosialisasikannya.

Usaha untuk mewujudkan cita-cita reformasi yang tinggi, lanjut Yusyus, memerlukan kesadaran dan komitmen seluruh masyarakat, agar memantapkan persatuan dan kesatuan secara nasional.

“Dengan demikian, pemahaman yang komprehensif terhadap materi ini, merupakan suatu keharusan dan kebutuhan, baik bagi mahasiswa maupun khalayak umum,” terangnya.

Yusyus mengaku senang melihat mahasiswa Ikopin yang merespons positif upaya membangun rasa kebangsaan sekarang dan yang akan datang.

Komisi VI Perindustrian dan Perdagangan itu pun memberi materi mengenai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Sementara, seorang mahasiswi semester 3 jurusan manajemen koperasi, Siska Rahmayani mengaku mendapatkan banyak wawasan lebih dari acara sosialisasi ini.

Menurutnya, Penataan Sistem Ketatanegeraan Indonesia Melalui Perubahan UUD NRI Tahun 1945, tidak begitu ia pahami sebelumnya. Semula ia menduga materi kebangsaan yang juga dijelaskan dalam sosialisasi menyangkut dalam hal koperasi.

“Sedikit ada pencerahan, karena sisten ketatanegaraan ini ‘kan harus dipahami, apalagi kami sebagai mahasiswa. Kami pun harus paham juga nilai-nilai kebangsaan yang sebenarnya,” kata Siska.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/