Ratusan Penduduk di Perbatasan Ini Tak Jelas, Warga Bandung atau Sumedang?

by -64 views

Ratusan penduduk di perbatasan Bandung-Sumedang di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor tidak jelas status kependudukannya. Di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor tercatat sekitar 200-an jiwa tak jelas apakah penduduk Sumedang atau Kabupaten Bandung.

“Ini menjadi kerumitan sendiri bagi petugas di lapangan yang melakukan pendataan jumlah penduduk untuk pemutakhiran data kependudukan,” kata Beni Triyadi. Kepala Bidang Informasi Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip), 

Desa Cipacing ini berbatasan antara Sumedang dengan Kabupaten Bandung. Tak sedikit rumah mereka bagian depannya ada di wilayah Bandung sedangkan bagian dapur masuk Sumedang.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Sawahdadap dan Desa Mangunarga, Kecamatan Cimangung. Di kedua desa ini ada sekitar 500 jiwa yang belum jelas administrasi kependudukannya sebagai sisa persoalan dari pemekaran kedua desa tersebut. “Persoalan kependudukan ini harus dibenahi bersama instansi lainnya supaya secara hukum ada kejelasan administrasi penduduk itu,” katanya.

Beni mengatakan Disdukcasip akan mulai melakukan pemutahiran data penduduk 15 Maret sampai 30 April 2017. “Disdukcasip saat ini sedang melatih petugas pendata penduduk lima orang per desa,” katanya.

Pendataan penduduk di wilayah yang berpenduduk padat dilakukan lebih awal dari jadwal. Untuk wilayah penduduk padat petugas pendata bisa juga meminta bantuan RT dan RW atau masyarakat untuk ikut mendata karena petugas pendata setiap desa hanya lima orang. “Di Kelurahan Situ, jumlah penduduk sudah lebih dari 19 ribu jiwa sementara petugas hanya 5 orang, itu bisa mencari bantuan ke RT atau RW,” kata Beni.

Dari hasil pelatihan banyak pertanyaan seputar penduduk migran di Jatinangor dan Cimangung. “Soal pria yang berpoligami atau kawin siri dengan wanita penduduk setempat juga menjadi pembahasan,” katanya.