Ratusan Rumah di Rancaekek Terendam Banjir

by -22 views

Jatinangorku.com – Ratusan rumah di Kampung Bojongpulus Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung terendam banjir.

Luapan air dari Sungai Cikeruh menggenangi ratusan rumah di desa tersebut dengan ketinggian sekitar satu meter.

Gundra Ruhikmat (32) salah seorang warga Kampung Bojongpulus mengatakan, hujan deras yang terjadi di daerah Jatinangor Kabupaten Sumedang, mengakibatkan debit air Sungai Cikeruh meluap dan mengakibatkan banjir.

Kata dia, air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 18.30 WIB. Hingga sekitar pukul 21.30, air tak kunjung surut.

“Kalau di sini hujannya tak terlalu besar. Tapi di Jatinangor, kata warga di sana cukup besar sehingga Sungai Cikeruh meluap dan banjir ke permukiman kami,” kata Gundra, kepada INILAHCOM, Kamis malam (13/11/2014).

Hingga saat ini, kata dia meski air di dalam rumah masih sekitar satu meter. Namun kebanyakan warga masih banyak yang bertahan di rumah masing-masing menunggu air surut.

“Saya dan warga yang dekat rumah masih bertahan di rumah masing-masing. Ada yang tinggal di lantai dua dan diatap rumah. Ya menunggu air surut sampai siang,” ujarnya.

Dikatakan Gundra, setiap musim hujan, kampung tempatnya tinggalnya selalu menjadi langganan banjir. Ini terjadi karena terjadi pendangkalan dasar sungai. Sehingga, ketika air besar tiba, meluap masuk ke pemukiman.

“Hampir setiap musim hujan kami selalu kebanjiran. Dan banjir kali ini untuk pertamakali di awal musim hujan tahun ini,” katanya.

Hal senada dikatakan warga Rancaekek lainnya, Nurdin Sobari (43). Menurutnya, banjir akibat luapan Sungai Cikeruh ini terjadi akibat normalisasi berupa pengerukan yang tak maksimal.

Padahal, kata dia, tahun lalu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pernah melakukan pengerukan dasar Sungai Cikeruh di daerah Desa Tegal Sumedang.

“Ya karena pengerukannya tidak maksimal. Akhirnya, banjir tetap saja menjadi langganan buat kami warga Rancaekek,” ujarnya.

Nurdin dan Gundra berharap, pemerintah serius melakukan normalisasi semua anak Sungai Citarum. Sehingga, mereka yang tinggal di sepanjang sub DAS Citarum ini tak terus-menerus menjadi korban banjir.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/