Reaktivasi Jalur KA Resahkan Warga

by -13 views

Jatinangorku.com – Rencana reaktivasi jalur kereta api (KA) Rancaekek–Jatinangor-Tanjungsari membuat warga yang telah lama bermukim di kawasan jalur KA tersebut resah dan khawatir kehilangan bangunan yang kini menjadi tempat tinggal.

“Menjadi hal yang wajar ketika sebagian warga mempertanyakan kejelasan rencana tersebut. Pasalnya, warga telah mengetahuinya dari media massa. Bahkan, persoalan itu menjadi beban baru bagi pihak RT dan RW,” kata tokoh masyarakat Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Dedeng (45), saat ditemui di Media Center, Kecamatan Jatinangor, Jumat (3/10).

Menurut Dedeng, pada dasarnya warga tidak berharap kompensasi yang berlebihan. Hanya saja, mereka meminta kompensasi agar mereka kembali memiliki tempat tinggal.

“Artinya harus ada penggantian yang wajar dari pemerintah dengan adanya rencana pembebasan tersebut,” katanya.

Lahan milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut hanya sebagian kecil saja yang dihuni warga Sumedang asli. Selebihnya, lahan di jalur KA itu dihuni warga pendatang.

“Jumlah warga pendatang yang menempati lahan sekitar 80 persen,” katanya.

Di Desa Cilayung tercatat sekitar 28 bangunan yang telah lama berdiri di atas lahan tersebut. Panjang jalur KA dari Desa Cipacing hingga wilayah Kec. Tanjungsari mencapai 17 km.

“Penghuni lahan bekas jalur KA tersebut diperkirakan mencapai ribuan orang dari ratusan kepala keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang staf Desa Hegarmanah sekaligus tokoh masyarakat Jatinangor, H. Ramdani menilai program pemerintah tersebut butuh kehati-hatian. Karena, untuk mengaktifkan kembali jalur KA tersebut melibatkan masyarakat banyak.

“Yang penting, kompensasinya wajar dan tetap memperhatikan nasib para penghuni di sana, agar kembali bisa memiliki tempat berteduh,” ujar Ramdani.

Agar pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan persoalan, maka pemerintah harus dengan matang memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/