Reklame Tak Berizin Minta Ditertibkan

by -49 views

Jatinangorku.com – Kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (12/11/2015) terlihat sareukseuk. Pasalnya, ada sejumlah reklame yang diduga tak berizin dan habis masa berlakunya masih terpasang di sudut kota di Jalan Raya Soekarno Jatinangor tersebut.

Hal itulah yang menjadi tanda tanya warga setempat. Ada pihak yang menduga, reklame di kawasan pendidikan itu sebagai upaya pembiaran dari pemerintah terkait.

Ketua Relawan Perubahan Jatinangor (RPJ), Apip Hadi Susanto mengharapkan kepada pemerintah terkait untuk menyikapi persoalan tersebut.

“Jangan sampai papan reklame yang diduga sudah habis izinnya dibiarkan. Bagusnya, pemerintah segera turun ke lapangan, dan menertibkan reklame yang tak berizin tersebut,” kata Apip kepada wartawan di Jatinangor, Kamis (12/11/2015).

Apip berharap, Pemkab. Sumedang melakukan pendataan untuk mengetahui mana saja yang diduga tak memiliki izin, habis masa berlakunya maupun tak layak terpasang.

“Jika diindikasikan reklame itu tanpa izin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera menertibkan,” harapnya. Dengan harapan pendapatan asli daerah (PAD) Sumedang bertambah dari pajak reklame tersebut.  “Bagusnya, penertiban pun tak tebang pilih,” harapnya.

“Jika pemasangan reklame menyalahi aturan, lebih baik ditertibkan saja dengan harapan kawasan kota tertata rapih. Selain sebagai upaya tertib administrasi,” ucapnya.

Sama halnya yang dikatakan Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Sumedang Asep Surya. Ia berharap Satpol PP pro aktif terkait keluhan masyarakat tersebut. Asep juga turut mempertanyakan kepada Pemkab. Sumedang, khususnya kepada Satpol PP sebagai penegak perda dalam pemasangan reklame tersebut.

“Perlu diperhatikan juga faktor koordinasinya agar jelas dan benar. Jika tak ditindak, ya masuk juga kategori pembiaran dan imbasnya terhadap penurunan pajak,” tuturnya.

Asep pun berharap Unit Satpol PP di masing-masing kecamatan, khususnya di Jatinangor bergerak menyikapi masalah tersebut. “Jangan sampai ada pembiaran dan memberikan celah kepada oknum yang bermain,” pungkasnya.

Sumber : http://humas.polri.go.id/