Rentenir Berkedok Koperasi Marak di Jatinangor

by -502 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR (07/01)

Sejumlah warga Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang meminta pemerintah setempat dan Pemkab Sumedang segera menertibkan badan usaha yang mengaku koperasi simpan pinjam (kosipa).

Sebab mereka umumnya rentenir. Dengan persyaratan mudah dan minin, masyarakat bisa mencairkan uang pinjaman dengan potongan dan bunga sa-ngat mencekik.

Demikian dikatakan Asep (33), warga di Desa Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kec. Jatinangor saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (4/1). Menurutnya, sekarang ini masyarakat memang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan syarat-syarat yang tidak sulit masyarakat pun bisa mendapatkan pinjaman uang yang diinginkan. Untuk meminimalisasi kian menjamurnya praktik rentenir berkedok koperasi, termasuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap rentenir, sebaiknya peran serta lintas unsur seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama lebih ditingkatkan, terutama pengawasan pemerintah setempat,” katanya.

Menurut Asep, bukan rahasia lagi jika nasabah rentenir kini tak hanya di Kota Sumedang saja, melainkan ke wilayah barat Sumedang, di antaranya Tanjungsari, Pamulihan, dan Cimanggung, juga Jatinangor hingga ke pelosok desa.

Ironisnya, kata Asep, nasabah justru berasal dari kaum ekonomi lemah yang tak memiliki penghasilan jelas. “Jika itu dibiarkan, dikhawatirkan kala terjerat kebutuhan warga memilih rentenir,” terangnya.

Ia prihatin karena suku bunga dari pinjaman itu mencapai 30 persen. Akibat tak mampu mencicil tak jarang nasabah adu mulut hingga adu jotos dengan pihak debt collector (DC)

“Jika seseorang meminjam uang sebesar Rp 100 ribu, maka dia akan menerima Rp 90 ribu, sementara kewajibannya Rp 120 ribu. Tak kebayang jika nasabah tak mampu mencicil maka dipastikan suku bunga akan terus berlipat,” katanya.

Hal senada dilontarkan Bustanul Arifin (36), salah seorang tokoh masyarakat Jatinangor. Ia pun berharap agar aparat pemerintah dan Pemkab Sumedang segara turun tangan.

“Saya khawatir, aktivitas rentenir berkedok koperasi itu semakin meluas hingga membuat warga menjadi ketergantungan. Dengan begitu kami berharap pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisiapi dampak buruknya,” harapnya.

sumber: klik-galamedia

Kebun Emas 486 x 60