Resa Nurfatimah Selesaikan Studi S-1 di Unpad Dalam Waktu 2 Tahun 10 Bulan dengan IPK 3,80

by -71 views

Jatinangorku.com – Sejak awal memasuki bangku kuliah, Resa Nurfatimah Sobandi memang memiliki target untuk lulus cepat. Dengan usahanya yang maksimal,  lulusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad ini berhasil meraih gelar sarjana dalam waktu 2 tahun 10 bulan. Hal tersebut menjadikannya sebagai wisudawan dengan lulus tercepat pada Wisuda Gelombang IV  Unpad Tahun Akademik 2012/2013, dan akan diwisuda pada Sesi I, Selasa (27/08) pagi ini.

“Sebelumnya sih gak kepikiran akan lulus cepat. Tapi ada kesempatan dan katanya memungkinkan kok,  jadi kenapaenggak,” tutur gadis yang akrab disapa Eca ini saat ditemui di Ruang Humas Unpad beberapa waktu lalu. Resa adalah 1 dari 4 mahasiswa S-1 Unpad yang berhasil menyelesaikan studinya kurang dari 3 tahun serta diwisuda pada wisuda gelombang IV 2012/2013 ini. Tiga mahasiswa lainnya itu lulus setelah menyelesaikan studi S-1 selama 2 tahun 11 bulan, mereka adalah Anisa Endah Pertiwi dan Dini Nurlelasari (Ilmu Sejarah), serta Ade Desnia (Ilmu Perpustakaan).

Resa Nurfatimah Sobandi
Resa Nurfatimah Sobandi

Lebih lanjut Eca mengungkapkan bahwa sejak awal ia telah banyak berdiskusi dengan dosen walinya terkait strategi untuk lulus cepat. Tahun lalu, ketika ada senior satu jurusannya berhasil lulus dalam waktu kurang dari tiga tahun, ia pun semakin semangat untuk mengejar targetnya.

“Yang paling pasti sih dosen wali ngasih tahu supaya nabung IP, biar IPK-nya besar. Semakin akhir semakin susah kan beban perkuliahannya, maka dari awal-awal harus ditabung nilai A-nya,” ungkap Eca yang berhasil lulus dengan IPK 3,80 ini.

Selain itu, Eca pun mengaku banyak berdiskusi juga dengan sejumlah dosen, senior, dan alumni Sastra Inggris FIB Unpad. Sering berdiskusi juga membuat Eca menjadi cepat paham apa yang sedang dipelajarinya. Diskusi sering dilakukan Eca baik dalam suasana formal maupun informal.

“Di Sastra kan banyak karya sastra yang harus dibaca, dibahas, dibuat kritik sastranya kayak gimana. Jadi kalau baca sendiri agak berat. Ketika didiskusikan, jadi kebantu dan mengerti,” tutur Eca yang aktif sebagai anggota Gelanggang Mahasiswa Sastra Inggris (Gemasi) dan sebagai pustakawan di Resource Centre for Linguistics Research and Literary Studies.

Gadis kelahiran Sumedang, 15 Februari 1992 ini mengaku memang sejak dulu tertarik dengan Sastra Inggris.  Pada mulanya, Eca tertarik untuk mempelajari bahasa Inggris. Namun setelah dipelajari di bangku kuliah, Eca pun semakin tertarik dengan budaya Inggris. Di Sastra Inggris FIB Unpad, Eca mengaku bukan hanya sekadar belajar grammar atau tata bahasa, melainkan “ilmu hidup”.

“Ketika masuk Sastra Inggris saya gak pernah merasa salah jurusan. Ini tempat saya. Saya bukan hanya belajar formal di kelas. Bahkan ketika belajar di kelas pun banyak hal bermanfaat yang bisa kita petik,life lesson­-nya banyak banget,” ungkap Eca yang bercita-cita menjadi dosen dan penulis ini.

Kepada adik-adik dan teman-temannya yang masih berjuang untuk lulus,  Eca pun berpesan, “Yang paling penting itu strategi belajar, apa tujuan utamanya, apakah ingin lulus cepat atau lainnya. Kamu harus tahu apa yang kamu mau dan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk bisa capai hal itu.”

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *

sumber