RI 1 Akan Melantik Pamong Praja Muda IPDN, Pengamanan Ketat, Ratusan Aparat Siaga

by -64 views

RI 1 Akan Melantik Pamong Praja Muda IPDN, Pengamanan Ketat, Ratusan Aparat Siaga

Jatinangorku.com – Dalam mengamankan acara wisuda dan pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Jatinangor, Kab. Sumedang pada Selasa dan Rabu (27-28/8), pengamanan yang dilakukan sangat ketat. Ratusan aparat dari unsur TNI dan Polri, sejak Senin (26/8) sudah terlihat siaga di kawasan Cileunyi dan Jatinangor atau sekitar kampus IPDN Jatinangor.

Pasalnya, pelantikan Pamong Praja Muda IPTD tersebut akan dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudho-yono dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

Berdasarkan pantuan di lapangan, terlihat semua pegawai di kampus IPDN sibuk melakukan berbagai persiapan untuk suksesnya acara tersebut. Tidak hanya itu sejumlah anggota TNI dan Polri telah berada di lokasi kampus IPDN dilengkapi senjata serta kendaraan berat, seperti mobil khusus penjinak bom (Jibom) Polda Jabar. Begitu pula di sejumlah titik kawasan Cileunyi dan Jatinangor, ratusan aparat bersiaga.

Kabag Humas IPDN Jatinangor, Ujud Rusdia melalui Kasubag, Priyo Waskito mengatakan pihaknya masih disibukkan segala aktivitas untuk mempersiapkan keperluan acara tersebut. “Kami bertekad agar pelaksanaan wisuda dan pelantikan praja IPDN bisa berjalan aman, lancar dan tertib. Bahkan, pengamanannya cukup ketat melibatkan TNI dan Polri, sekaligus bagian pegamanan dalam (pamdal) IPDN Jatinangor,” ujarnya.

Persiapan sudah dilakukann dari jauh-jauh hari katanya, dengan alasan pada waktunya nanti acara berjalan sukses. “Saat ini sedang melakukan gladiresik upacara pelatikan dan wisuda. Tentu saja, diikuti oleh ribuan praja IPDN. Jumlah praja IPDN yang akan diwisuda dan dilantik seluruhnya ada 1.400 orang,”katanya.

Sementara Kapolres Sumedang, AKBP Eka Satria Bhakti melalui Kabag Humas AKP Jhony Adrijanto mengatakan, upaya mengamankan acara tersebut, Polres Sumedang menerjunkan sebanyak 550 anggota. Didampi-ngi Kabagop Polres Sumedang Komisaris Usman, Jhony megatakan, sekitar 1.089 personel Polri yang terdiri atas Polda Jabar, Brimob, dan Polres Sumedang kini sudah siaga disana.

Bahkan, katanya, ribuan personil dari TNI pun turut mengamankan acara yang akan rencanannya akan dibuka oleh orang nomor satu di negeri ini. “Kita sudah menempatkan petugas dibeberapa titik, mulai dari pintu masuk kampus IPDN dan disepanjang jalan menuju kampus tersebut,” ujar Jhony. 

Diwisuda

Sementara itu, sebanyak 1.400 Pamong Praja Muda IPDN angkatan XX tahun ajaran 2013, Selasa (27/8) diwisuda. Ke 1.400 pamong Praja tersebut terdiri dari 1.261 orang Program Diploma IV, Program Sarjana (S1) sebanyak 198 orang dan Program Magister Administrasi Pemerintahan Daerah (MAPD) atau S2 sebanyak 82 orang.

Pelaksanaan wisuda dilakukan langsung oleh Mendagri, Gumawan Fauzi bertempat di Balairung Rudini Kampus STPDN Jatinangor. Hadir pada kesempatan ini Rektor IPDN Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si. dan sejumlah pejabat baik dari Kemendagri, Pemprov Jabar, Pemkab Sumedang, TNI, dan Polri.

Dalam sambutannya Gumawan Fauzi mengatakan, Kemendagri memiliki beberapa catatan tentang IPDN, di mana pada akhir 2006 awal 2007 terjadi beberapa kejadian di sekolah pencetak pamong praja ini. Tindakan kekerasan yang dilakukan senior kerap terjadi hingga memakan beberapa praja tewas akibat kekerasan tersebut, misalnya menimpa Clif Muntu.

Pada 2006 merupakan yang terakhir kalinya Presiden RI Megawati Soekarno Putri melantik dan mengukuhkan Pamong Praja Muda. Pada masa kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di tahun 2009, presiden menginstruksikan perubahan secara fundamental dengan 5 kebijakan perubahan fundamental. Salah satunya mengeluarkan intruksi kepada Kemendagri untuk tidak menoleransi adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior praja kepada para juniornya.

“Sejak 2009 itulah kami menggeluarkan sanksi keras kepada para praja yang melakukan tindakan kekerasan. Sejak saat itu sudah 45 orang praja yang dikeluarkan dengan tidak hormat serta mengembalikan uang negara selama praja tersebut berada dalam pendidikan di IPDN. Ke 45 orang kami berhentikan, yang lainnya dikenakan sanksi mulai sanksi administrasi hingga penurunan tingkat,”terangnya.

Pada kesempatan ini pula Gumawan meminta para wisudawan untuk berikrar anti-KKN, siap ditempatkan di seluruh daerah di Tanah Air, dan melarang para pamong berpolitik, karena para praja ini di cetak khusus untuk memimpin jalannya roda pemerintahan bukan untuk mengelola partai politik. “Kami minta para wisudawan taat pada aturan main sebagai abdi negara,” terangnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com