Ribuan Buruh Sempat Panik, Api Lumat Blower Room PT Kahatex Jatinangor

by -62 views


JATINANGOR (GM) – Sebuah ruangan di PT Kahatex, Jalan Raya Bandung-Garut, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Selasa (4/9) pukul 01.45 WIB dilumat api. Meski tidak ada korban jiwa, satu blower room hangus dilalap si jago merah.

Pihak perusahaan enggan memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Begitu juga ketika sejumlah wartawan hendak meliput ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka tidak diperbolehkan mengambil gambar meski dari jarak 200 meter dari pintu gerbang PT Kahatex.

Akibat kejadian tersebut, 9 unit truk pengangkut batu bara terpaksa parkir di depan PT Kahatex. Peristiwa ini pun membuat panik ribuan buruh yang tengah berkerja dan ratusan PKL yang berjejer di depan PT Kahatex. Saat itu para buruh berhamburan keluar pabrik.

Keterangan yang dihimpun “GM”, api diduga berasal dari salah satu sudut ruangan blower di pabrik terbesar se-Asia Tenggara tersebut. “Saya tidak tahu persis karena lokasi kebakarannya di dalam. Hanya dua jam kemudian, setelah 4 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan, kobaran api berhasil dijinakkan sehingga tidak merembet ke ruangan lain. Kobaran api dari luar terlihat sangat besar,” kata Tatang (45), salah seorang PKL.

Hal senada disampaikan Yati (24), PKL lainnya. “Beruntung 4 unit mobil pemadam kebakaran segera datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum PT Kahatex, Ludi kepada wartawan menyatakan, pihak perusahaan hingga saat ini masih merinci kerugian diderita. Begitu juga seluruh aset pabrik, meski telah diasuransikan, perusakan tidak akan melakukan klaim ganti rugi. “Kebakaran ini ditangani secara intern, meski kita bekerja sama dengan petugas kebakaran dari pihak lain. Peristiwa tersebut tidak mengakibatkan aktivitas ribuan buruh PT Kahatex terganggu,” katanya.

Sementara Kapolres Sumedang, AKBP Eka Satria Bhakti melalui Kapolsek Jatinangor, AKP Rikky A.S. membenarkan, adanya kejadian kebakaran di PT Kahatex tersebut. “Asal api masih dalam penyelidikan dengan memeriksa TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk menurunkan tim Puslabfor Mabes Polri,” katanya.

(B.46)**