Risiko Menahan Buang Air Kecil pada Ibu Hamil

by -89 views

Risiko Menahan Buang Air Kecil pada Ibu Hamil

Jatinangorku.com – Saat ini usia saya 26 tahun dan kandungan saya menginjak 27 minggu. Sejak awal kehamilan saya merasa sering kali buang air kecil, yang saya pikir dan beberapa orang bilang itu wajar dan lazim di masa awal kehamilan. Namun hingga kini saya rasa semakin sering dan terkadang urine yang keluar itu seperti unyeng-unyengan. Ditambah lagi saya masih bekerja sehingga membuat saya sedikit tidak nyaman karena harus bolak balik ke toilet. Juga keadaan lembap di sekitar vagina, padahal sesudah buang air kecil saya selalu menyeka organ intim dengan tisu agar kering.

Rasa-rasanya keinginan untuk buang air kecil timbul setelah 10-15 menit sebelumnya meminum air. Di malam hari saya pun sampai menyiapkan handuk khusus di dekat saya untuk menyeka karena saya selalu buang air kecil setiap 2-3 jam sekali. Apakah ini normal atau sedang ada kelainan pada kehamilan yang saya alami? (Tria-Bandung)

Jawab:
Ibu hamil memang mengalami perubahan dalam hal jasmani, rohani, dan hormonal. Kandung kemih yang terletak di atas rahim juga ikut berubah. Secara mekanik kandung kemih akan semakin tertekan oleh rahim yang membesar sehingga kapasitasnya berkurang. Karena produksi urinenya bisa normal atau sedikit meningkat, sementara kapasitasnya berkurang, maka secara fisiologis akan timbul rasa ingin berkemih yang lebih sering. Adanya penekanan bagian bawah janin terhadap kandung kemih dan jumlah minum yang banyak, juga akan membuat ibu semakin sering berkemih.

Karena hal ini merupakan sesuatu yang normal, sebaiknya Ibu sudah mempersiapkan diri untuk, misalnya membawa tisu basah tanpa alkohol untuk membersihkan daerah kemaluan bila air yang dipakai kurang bersih; mengatur jadwal minum dan berkemih; serta mengatur jadwal tidur agar cukup waktu untuk Ibu beristirahat malam.

Jika saat berkemih timbul rasa sakit (anyang-anyangan) atau merasa masih banyak urine tersisa (berkemih tidak lampias), sebaiknya memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan laboratorium urine.

Jangan membiasakan diri untuk menahan urine karena akan memudahkan Ibu terkena infeksi kandung kemih (sistitis) yang akan meningkatkan risiko persalinan kurang bulan (preterm) dan infeksi saluran kemih hingga ke ginjal.

Sumber : http://female.kompas.com