RSUD Sumedang Intensifkan IGD

by -103 views

RSUD Sumedang Intensifkan IGD

Jatinnagorku.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang akan mengintensifkan operasional instalasi gawat darurat (IGD), terutama H+1, Selasa (29/7) dan H+2, Rabu (30/7) Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Pasalnya, pada waktu-waktu tersebut biasanya pasien di IGD mengalami lonjakan karena relatif banyak pasien kecelakaan lalu lintas, terutama kecelakaan massal.

“Untuk menangani kemungkinan terjadinya lonjakan pasien di IGD setelah Lebaran, kami sudah menambah satu orang dokter jaga sehingga jumlahnya menjadi dua orang. Sementara perawat tujuh orang setiap sif. Penambahan dokter jaga di IGD ini, salah satu upaya kesiapan RSUD Sumedang dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri 1435 H dari H-7 sampai H+7. Meski PNS ada cuti bersama, tapi pelayanan di IGD tetap berjalan sampai 24 jam,” ujar Direktur RSUD Sumedang, H. Hilman Taufik di ruang kerjanya, Rabu (23/7).

Menurutnya, untuk mempercepat pelayanan di IGD, semua pasiennya akan dipilah-pilah terlebih dahulu di ruangan khusus. Akan dipisahkan pasien yang membutuhkan penanganan darurat karena ancamannya nyawa dan mana pasien yang tidak terlalu berisiko dengan nyawa.

“Nah, kedua dokter jaga ini akan memilah-milah para pasien dulu. Setelah dipilah, barulah pasien dimasukkan ke ruangan penanganan,” tutur Hilman.

Upaya kesiapan lainnya, katanya, rumah sakit sudah menyiapkan 3 unit mobil ambulans dan 2 unit mobil jenazah. Jika masyarakat membutuhkan ambulans untuk pertolongan darurat, bisa langsung menghubungi petugas rumah sakit langsung.

“Kami pun membuka call center 24 jam untuk melayani masyarakat dan para pasien, khususnya yang membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya sambil menambahkan, begitu pula dengan kondisi stok darah. Hingga kini stok darah di bank darah RSUD Sumedang dinilai aman dan mencukupi.

Pasalnya, PMI yang menyuplai stok darah untuk RSUD Sumedang sudah memperbanyak stok darah sebelum puasa. Oleh karena itu, stok darah di bank darah rumah sakit pun kini mencukupi.

“Apalagi PMI Sumedang hanya menyuplai darah ke RSUD Sumedang dan Rumah Sakit Pakuon saja, sehingga kebutuhannya tidak terlalu banyak. Beda dengan di Bandung. Kalau di Bandung, PMI harus menyuplai ke beberapa rumah sakit besar sehingga cepat habis,” tuturnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/