Ruas Jalan Alternatif di Sumedang Masih Rusak

by -42 views

Ruas Jalan Alternatif di Sumedang Masih Rusak

Jatinangorku.com – Sejumlah ruas jalan alternatif yang digunakan jika terjadi kemacetan di jalur utama saat arus mudik Lebaran di wilayah Kab. Sumedang masih dalam kondisi rusak. Kondisi tersebut menyusul tertundanya perbaikan, karena hingga sekarang prosesnya masih ditenderkan.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun “GM”, Senin (21/7), jalan yang belum mendapat penanganan tersebut sebagian besar kondisinya berlubang. “Semua ruas jalan alternatif yang biasa digunakan saat mudik Lebaran, belum tertangani. Pro­ses tender ini dilaksanakan meng­ingat nilai pagu kegiatan, di atas Rp 200 juta,” kata Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Kab. Sume­dang, Ir. H. Adang Syamsudin, M.M.

Ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan tersebut di antara­nya Jalan Cimalaka-Cipadung, Cipadung-Cisempak, Legok-Conggeang, dan Conggeang, Ujungjaya. Sejumlah ruas jalan itu, sangat strategis sebagai jalur alternatif apabila terjadi kema­cetan di jalur utama.

“Dengan kondisi kerusakan yang ada, beberapa ruas jalan di antaranya seperti pada ruas Jalan Conggerang-Ujungjaya dan sekitarnya, hanya dimung­kinkan dapat dilalui kendaraan dengan diameter roda yang tinggi, seperti jenis Jeep dan SUV. Itu pun, tentunya harus dengan hati-hati mengemudinya,” ujarnya.

Kecuali itu, sejumlah “jalan tikus” dengan nilai kegiatan di bawah Rp 200 juta, sudah diperbaiki. Kegiatan paket pekerjaan senilai itu dilaksanakan oleh rekanan dengan sistem penunjukan. Seluruh paket pekerjaan dengan sistem penujukan langsung, dapat dipastikan seluruhnya sudah rampung.

“Khusus jalur tikus baik yang ada di dalam dan daerah pelosok, sudah kita tangani. Sehingga, bagi masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan jalur seperti itu pada saat mudik tidak perlu khawatir. Namun tentunya mereka dituntut hati-hati dan menjaga sopan santun di jalan, mengingat tidak sedikit jalur tikus itu berada di wilayah permukiman pada penduduk,” katanya.

Jembatan darurat

Sementara itu, sesuai instruksi Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan, M.Si. kini proses pembuatan jembatan darurat Cipa­meungpeuk terus dilakukan. Jembatan tersebut merupakan pengh­ubung antara pusat pemerintahan dengan lima desa dan satu wilayah yang ada di seberangnya.

Sejak awal Mei jembatan itu ambruk, akses menuju ke wilayah Desa Gunasari, Baginda, Cipancar, Citengah, dan Desa Sukagalih serta Kelurahan Cipameungpeuk terputus.

“Satu-satunya jalan yang bisa akses dengan mobil, melalui wilayah Desa Rancamulnya. Itu juga jalannya sangat sempit. Oleh sebab itu, kami terus beru­saha menyelesaikan jembatan darurat Cipameungpeuk sepanjang 32 meter dan lebar 3 meter secepatnya. Targetnya jembatan bisa digunakan sebelum Lebar­an,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/