Rumah Rusak akibat Pergerakan Tanah, 63 KK Minta Direlokasi

by -18 views

Warga Dusun Cimanintin Blok Babakansawah RT 01/RW 03 Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal sebanyak 63 KK  meliputi 200 jiwa, harus direlokasi ke tempat yang aman. Pasalnya, rumah dan lahan mereka yang retak-retak akibat pergerakan tanah,  sangat membahayakan keselamatan jiwa apabila kembali dihuni.  

Hampir 90% rumah warga, tembok dan lantainya retak-retak sehingga kondisi rumahnya rusak berat. Bahkan retakannya makin melebar hingga dikhawatirkan sebagian rumah mereka  ambruk.  

Bencana alam pergerakan tanah yang terjadi Minggu 25 Februari 2018 sekira pukul 11.50 itu, dipicu curah hujan yang tinggi yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Ditambah lagi, kondisi tanahnya labil karena berada di daerah perbukitan. Semua warga korban bencana sudah mengungsi. Umunya mereka  mengungsi di rumah saudara dan kerabat terdekat yang relatif aman.  

“Dikarenakan banyak rumah warga yang rusak berat, sehingga kemungkinan besar mereka harus direlokasi ke daerah yang aman. Sebab, kondisi rumah yang retak-retak dan banyak tanah ambles,  sangat membahayakan keselamatan warga.  Tidak mungkin, mereka kembali menghuni rumahnya. Untuk tempat relokasinya, harus dikaji dan dikoordinasikan dulu dengan dinas terkait,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Sumedang, Ayi Rusmana ketika dihubungi di lokasi kejadian di Dusun Cimanintin Blok  Babakansawah, Desa Cimanintin Kec. Jatinunggal, Senin 26 Februari 2018.

Menurut dia, hingga kini para korban bencana, masih mengungsi di rumah saudara dan kerabat terdekatnya, GOR desa, tenda pengungsi dan  Balai Desa Cimanintin. Namun, sebagian besar mereka mengungsi di rumah saudara dan kerebat terdekatnya yang relatif aman. Sementara barang-barangnya, kebanyakan  disimpan di GOR dan  balai desa.   

“Kami belum tahu, sampai kapan mereka akan mengungsi? Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait, seperti pemerintah setempat, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinkes,  Dinas PUPR dan instansi lainnya. Bahkan dari Badan Geologi akan mengecek kondisi pergerakan tanah di lokasi bencana,” tutur Ayi.

 

Antisipasi dini hindari bahaya pergerakan tanah

Ia menuturkan,  bencana alam pergerakan tanah tersebut, disyukuri tidak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.  Hal itu, berkat kesigapan masyarakat dan aparat setempat yang langsung mengungsikan warga ke tempat  aman ketika terjadi pergerakan tanah. Hal itu, bentuk antisipasi dini guna menghindari dari berbagai ancaman bahaya dampak pergerakan tanah. Namun, dampak pergerakan tanah,  banyak rumah warga yang  rusak berat “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena  sudah diantisipasi sebelumnya. Namun, rumah warga terdampak, hampir 90%-nya rusak berat,” ujarnya.

Lebih jauh Ayi  menjelaskan, sampai sekarang kondisi logistik seperti persediaan makanan dan minuman, cukup untuk dua hari ke depan. Terlebih di dekat tenda pengungsi,  sudah dibuatkan dapur umum.  Dengan kejadian bencana tersebut, PJs (Pejabat Sementara) Bupati Sumedang Sumarwan Hadisoemarto sudah meninjau lokasi. “Pak bupati menyampaikan rasa syukur semua masyarakat terdampak sudah terselamatkan jiwanya, tapi tetap harus waspada dan siaga. Beliau juga berpesan kepada semua aparat untuk mengutamakan pelayanan kepada para korban bencana,” tuturnya

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com