Rupiah Melemah, Bank BJB Pertimbangkan Penurunan Bunga Kredit

by -13 views

Rupiah Melemah, Bank BJB Pertimbangkan Penurunan Bunga Kredit

Jatinangorku.com – Bank BJB masih mempertimbangkan kebijakan kenaikan suku bunga kredit dalam mengantisipasi melemahnya nilai kurs rupiah terhadap dolar amerika. Terlebih Bank BJB pun harus harus menjaga loyalitas para nasabah.

“Suku bunga kredit kita belum berubah, rencananya itu akan kita lihat dulu bagaimana perkembangannya sampai pertengahan bulan ini, apalagi kita pun harus menjaga nasabah supaya tidak semakin terbebani dengan kondisi ini,” jelas Direktur Utama Bien Subiantoro kepada wartawan usai menggelar peringatan hari pelanggan Nasional, Rabu (4/9/2013). Dikatakan Bien, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat, apalagi hal itu pun beriringan dengan adanya tekanan inflasi yang cukup tinggi. 

Tentunya hal itu akan semakin membebani masyarakat. Dalam hal itu Bank bjb perlu melakukan strategi yang cukup bijak.

“Pada dasarnya likuiditas perbankan masih cukup baik tetapi Kita harus menjaga loyalitas para nasabah,” katanya. 

Dilihat dari sisi kinerja, saat ini kinerja bisnis Bank bjb terus mengalami pertumbuhan yang cukup positif. Seperti halnya dari sisi kredit, hingga 31 agustus 2013 ini, posisi kredit telah mencapai hingga Rp 42,6 triliun. Kredit tersebut terdiri dari kredit konsumer yang mencapai Rp 27,3 triliun, Kredit mikro Rp 5,5 triliun, Kredit comercial Rp 6,5 triliun dan KPR Rp 3,3 triliun.

“Begitu juga dengan Dana pihak ketiga (DPK). Saat ini DPK mencapai Rp 49 triliun, dengan kontribusi DPK terbesar berasal dari deposito yang mencapai Rp 27,4 triliun. Meski demikian Giro dan tabungan pun cukup bagus dan mencapai Rp 21,5 triliun, sehingga deposito dengan tabungan relatif cukup seimbang,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya untuk deposito sendiri pihaknya memperkirakan akan mengalami peningkatan di akhir tahun ini. Hal itu disebabkan karena banyaknya nasabah yang beralih ke deposito. Hal itu pun seiring dengan peningkatan suku bunga deposito setelah terjadi kenaikan BI rate menjadi 7 persen.

“Bunga deposito itu cenderung naik sehingga akan ada peralihan kesana,” katanya. Lebih lanjut Bien pun mengungkapkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini tidak mengganggu aktifitas valas bank bjb. Apalagi aktifitas valas bank bjb hanya untuk jangka pendek seperti halnya untuk pembiayaan ekspor impor.

“Kredit valas bank bjb itu hanya sekitar 6 persen dari total kredit, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap kredit,” katanya.

Namun demikian dari sisi kredit corporasi, untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi, lanjutnya, bank bjb akan lebih menggarap pada sektor infrastruktur jalan tol dan power plan energi listrik dibandingkan dengan sektor industri manufakture.

“Infrastruktur jalan tol dan power plan listrik itu merupakan target utama kita. Sedangkan sektor industri manufakture kita akan kurangi kecepatannya. Itu karena infrastruktur jalan tol dan power plan lebih jelas pendapatannya. Sementara untuk industri manufakture dengan kondisi seperti ini itu cukup beresiko tinggi karena biayanya meningkat, khususnya industri yang bahan bakunya impor,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com