Sabusu Kembali ke Galeri Seni

by -253 views

Sabusu Kembali ke Galeri Seni

Jatinangorku.com – Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang menggelar pertemuan dengan pengelola harian Saung Budaya Sumedang (Sabusu) yang difasilitasi Muspika Jatinangor untuk membahas kontrak Sabusu dengan pengelola, Rabu (16/7) malam.

Pertemuan dilakukan menyusul temuan Disbudparpora terkait habisnya masa kontrak pengelola Sabusu, yakni CV Dwi Rizky Pratama dengan Pemkab Sumedang. Selain itu, dugaan alih fungsi lahan dari galeri Sabusu ke komersial juga menjadi permasalahan pemkab.

Kadisbudparpora Kab. Sumedang, Endah Kusyaman menegaskan, Sabusu akan dikembalikan sesuai fungsinya sebagai galeri seni dan budaya. Bahkan sebagian bangunan di atas lahan milik Provinsi Jabar itu, rencananya akan dipergunakan Samsat Outlet.

“Berapa unit bangunan yang akan dipergunakan Samsat Outlet itu, belum ada kejelasan. Hanya saja, dalam waktu dekat akan ada pertemuan lanjutan dengan bagian aset Pemprov Jabar,” Endah kepada wartawan, Kamis (17/6).

Meski begitu, pihaknya bertindak sebagai penengah permasalahan. Sebab selama ini pengelola Sabusu langsung menyewa kontrak lewat Disbudparpora, belum lama dia menjabat kepala dinas.

“Kami hanya fokus sosialisasi saja dan menyampaikan rencana Pemprov Jabar yang akan memakai Sabusu menjadi Samsat Outlet,” katanya.

Habis kontrak

Menurutnya, penglola Sabusu harus segera melaporkan hasil inventarisasi beberapa aset milik Provinsi Jabar. Bahkan, lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengambil langkah. Sebab menurut aturan per tanggal Mei 2013 masa kontrak Sabusu oleh pengelola harian sudah habis.

Disbudparpora memberi jeda hingga 15 Agustus 2013, namun sampai saat ini perpanjangan kontrak masih berlanjut, meski tidak ada pertalian kontrak dengan Pemkab Sumedang.

“Kontrak pihak pengelola kepada Pemkab Sumedang sudah habis. Retribusinya hanya Rp 20 juta per tahun,” kata Endah.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Jatinangor, Yuli Handika, mengutip pernyataan pihak pengelola Sabusu, menambahkan pengelola Sabusu masih meminta waktu untuk mengosongkan tempat. Sebab masih ada kontrak penyewa ruko yang masih berjalan 5 bulan dengan masa sewa 2 tahun.

“Katanya mereka minta waktu. Sebab, masih ada penyewa yang panjang masa kontraknya. Pengelola juga minta waktu untuk menjelaskan kepada penyewa ruko terkait permasalahan itu,” terangnya.

Menurut Yuli, pihak kecamatan hanya sebagai fasilitator karena kontraknya antara pengelola harian Sabusu dengan Disbudparpora.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/