Salah Paham, Pekerja Lokal Terlibat Cekcok dengan Pekerja Asal Tiongkok di Jatigede

by -22 views

Kendala bahasa menjadi pemicu keributan antara pekerja lokal dengan pekerja asal Tiongkok di Proyek PLTA Jatigede di Kampung Parakankondang, Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede. Akibat bahasa yang tidak nyambung itu membuat pelaku merasa dimarahi sehingga menghantamkan helm yang dipakai dan mengenai bibir Ning Hangbing (35) asal Republik Rakyat Cina (RRC) yang menjadi staf ahli di Power House PLTA Jatigede.

Saat ini perkara penganiayaan ini sedang ditangani Satreskrim Polres Sumedang setelah korban melaporkan Wawan Darmawan alias Enjol (29) yang menjadi operator mesin pengeboran. Wawan pekerja asal Karedok, Jatigede mengaku sedang melakukan pengeboran.

Pengeboran dengan tiga mesin bor oleh sembilan temannya, satu mesin bor dioperasikan dua pegawai. Pengeboran dilakukan di dalam lubang turbin kedalaman 10 meter dengan diameter 10 meter. “Saat mengebor mesin tiba-tiba berbunyi ada gesekan dan oli keluar serta ada asap. Saya mematikam mesin bor,” katanya seperti disampaikan polisi, Kamis (22/12/2016).

Karena mesin ngadat Wawan memberitahu ke Ni yang melakukan pengawasan diatas lubang turbin dengan gerakan tangan dan mengoyangkan ke kiri dan kanan, Jumat (9/12/2016) lalu. “Saya memberi isyarat dengan tangan untuk menyampaikan kalau mesin tidak bekerja dengan bagus,” katanya.

Mendapat isyarat itu, Ni menggerakan tangan terbuka telapaknya dan mengoyang ke kiri dan ke kanan serta menunjuk mesin. “Saya menyangka isyarat itu supaya mesin dihidupkan tapi keluar asap lagi dan saya matikan kembali,” katanya sambil menyebutkan ia memberi isyarat lagi.

Ni membalas dengan gerakan menggulung tangan sambil teriak teriak. “Saya tak mengerti bahasanya,” kata Wawan.
Pekerja yang lain meminta Ni turun untuk melihat mesin. Namun saat menjelaskan bahasa yang dipakai Ni tak dimengertai pekerja lokal dan disangkanya marah. “Dia mengatakan tase tase dengan raut wajah marah sehingga saya dorong sampai jatuh,” kata Wawan.

Melihat kejadian itu, Wawan dipeluk dan ditenangkan kemudian Ni terlihat marah dan diminta pegawai yang lain untuk naik. Ni bangkit dan menunjuk-nunjuk ke arah Wawan dengan tangan kanan sambil berkata, “pulang.”

Saat berada di atas terjadi keributan lagi dan Wawan menyangka Ni masih marah-marah sehingga saat pulang mengambil tas, ia melepas helm dan menghantamkan ke wajah korban hingga mengenai bibirnya.

Kasatreskrim AKP Budi Nuryano menyebutkan polisi sedang menangani perkara penganiayaan pekerja di PLTA Jatigede