Saluran Irigasi Tak Bisa Digunakan

by -20 views

Saluran Irigasi Tak Bisa Digunakan

Jatinangorku.com – Saluran irigasi sepanjang 140 meter bermaterial plat besi yang dibangun dengan dana Program Percepatan Infrastruktur Perdesaan (P2IP) sebesar Rp 350 juta di Desa Sukatani, Kec. Tanjungkerta, Kab. Sumedang tidak bisa digunakan. Saluran irigasi tersebut tidak berfungsi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun “GM”, Jumat (11/7), saluran irigasi tersebut awalnya bertujuan untuk mengalirkan air dari Pasir Gawing ke Blok Cipicung dengan memanfaatkan sumber air Sungai Ciranjang.

“Yang terjadi, air yang mengalir pada saluran irigasi itu, tidak sampai ke ujung (Blok Cipicung). Baru sampai tengah-tengah airnya sudah tumpah karena saluran yang menggunakan penahan tali itu terbalik,” kata Nurdin, anggota kelompok tani setempat.

Padahal saat saluran irigasi dibangun, para petani di wilayah Blok Cipicung sangat berharap sawahnya bisa terairi dengan baik. Di blok tersebut, sedikitnya ada 100 hektare sawah yang selama ini hanya mengandalkan air hujan.

Kini harapan mereka pupus sudah. Irigasi yang dibangun oleh rekanan pada tahun 2010 itu tidak berfungsi. “Waktu itu kami sepakati dana P2IP sebesar Rp 350 juta digunakan untuk membangun saluran irigasi, yang diproyeksikan untuk mengairi sawah seluas lebih dari 100 hektare di Blok Cipicung. Kami menduga, rekanan yang mengerjakan pembangunan tersebut tidak profesional. Dan kami sangat menyesalkan kejadian ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Sumedang, Ir. Yosep Suhayat, M.Si. meninjau langsung lokasi saluran irigasi tersebut.

Akhirnya Yosep memberi arahan kepada kelompok tani agar memanfaatkan saluran irigasi tersebut. Di antaranya dengan menawarkan solusi pemasangan pipa untuk landasan.

“Sayang kalau sampai tidak digunakan atau hanya dibiarkan jadi besi tua. Untuk itu, saya tawarkan bagaimana kalau saluran irigasi itu digunakan untuk landasan pemasangan pipa, untuk mengalirkan air dari Sungai Ciranjang. Biar nanti pengadaan pipanya kami anggarkan melalui kegiatan dinas,” ujarnya.

Solusi yang ditawarkan Kepala Dinas Pertanian itu mendapat respons positif dari para petani. Mereka sepakat bila nanti pipa sudah ada akan melakukan swadaya untuk pemasangannya.

“Kami sangat berterima kasih atas solusi yang ditawarkan Pak Kadis. Nanti kalau barangnya sudah ada, kami siap bergotong royong memasang pipa. Apa pun akan kami lakukan supaya air bisa mengalir dari Blok Pasir Wangi ke Blok Cipicung. Sehingga sawah kami yang ada di Blok Cipicung lebih produktif lagi, karena tidak hanya mengandalkan air hujan,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/