Satpol PP Antisipasi Eksodus PSK Saritem ke Sumedang

by -98 views

Jatinangorku.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab.Sumedang mengantisipasi eksodus PSK (pekerja sek komersial) asal Saritem, Bandung.

Langkah itu dilakukan menyusul tersiarnya kabar, dalam sepekan terakhir ada praktek prostitusi terselubung dibeberapa tempat di wilayah Sumedang, yang diduga pelakuknya mantan PSK Saritem.

“Belakang ini, petugas kami dilapangan menyerap informasi adanya PSK baru yang diduga mantan penghuni Saritem. Hanya saja, berdasarkan informasi tersebut, praktek prostitusi itu dilakukan secara terselubung atau transaksinya dilakukan lewat telephone,” kata Kepala Satpol PP Kab.Sumedang, H.Asep Sudrajat, kepada galamedianews.com di ruang kerjanya, Senin (8/6/2015).

Menyikapi hal itu, pihaknya segera melakukan langkah konkret. Diantaranya dengan meningkatkan razia ke sejumlah warung remang (warem), dan sejumlah lokasi lainnya, yang dicurigai dijadikan tempat pelarian PSK Saritem.

“Tidak terkecuali, kamipun melakukan penertiban disejumlah tempat kosan yang dicurigai sering disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi. Apalagi, dari beberapa rangkaian penertiban kosan yang telah dilakukan, kami sering mengamankan pasangan mesum, yang ditengarai wajah baru,” ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya PSK Saritem, yang lari ke Sumedang, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Pasalnya kehadiran mereka itu, baru sebatas informasi dari mulut ke mulut.

“Sejauh ini, kami belum sempat menangkap tangan atau mengamankan PSK asal Saritem. Hanya saja, dari informasi yang kami terima, ada beberapa PSK yang yang diduga mantan Saritem, yang beroperasi di Sumedang,” katanya.

Sering menjelang Ramadan yang tinggal sepekan lagi, pihaknya akan lebih menggiatkan lagi razia penyakit masyarakat (pekat).

“Jadi tidak hanya praktek prostitusi saja, tetapi kami juga akan melakukan operasi pekat, termasuk masalah peredaran miras. Target kami, khususnya selama Ramadan, wilayah Sumedang, harus terbebas dari perbuatan yang melanggar norma dan susila,” tandasnya.

Indikasi adanya, PSK Saritem yang buka praktek di Sumedang, belakang sudah tidak asing lagi dikalangan beberapa pemuda. Misalnya, sebut saja Opik. Pemuda tersebut, mengaku telah melakukan transaksi dengan PSK asal Saritem. PSK yang dikencaninya itu, mematok tarip 40% dari harga pasaran saat di Saritem.

“Dia itu (PSK) sewaktu di Saritem, pasang taripnya Rp.800 ribu. Tapi sekarang, kita bisa bayar hanya 40%-nya saja,” kata Opik.

Sumber : http://www.galamedianews.com/