Satpol PP Kab. Bandung, “Pengusaha Harus Siapkan Lahan untuk Relokasi”, Mengapa Jokowi Mampu Tangani Bangli dan PKL?

by -32 views

Satpol PP Kab. Bandung, “Pengusaha Harus Siapkan Lahan untuk Relokasi”, Mengapa Jokowi Mampu Tangani Bangli dan PKL?

Jatinangorku.com – Kian maraknya bangunan liar (bangli) dan PKL di Jalan Raya Bandung-Garut, baik yang masuk wilayah Kec. Jatinangor maupun Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang serta Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, dipertanyakan sejumlah pentolan LSM, ormas, dan wakil rakyat di wilayah timur Kab. Bandung dan sekitarnya. Mereka mempertanyakan kiprah Gubernur Jabar, Bupati Sumedang, dan Bupati Bandung.

Sebab bangli dan PKL di jalur jalan nasional tersebut hingga saat ini masih belum ditangani serius, bahkan kian marak. Mereka pun mengaku iri pada Jakarta yang gubernurnya, Jokowi mampu menangani bangli. Di Jabar, termasuk Jalan Raya Bandung-Garut hingga saat ini PKL tetap jadi persoalan.

Oot Ruhiyat Gunadi, warga Rancaekek yang juga anggota DPRD Kab. Bandung membenarkan, pihaknya iri dengan langkah Jokowi yang mampu menangani PKL Tanah Abang Jakarta. “PKL Tanah Abang sudah lama jadi persoalan karena banyak ‘orang kuat’ di belakangnya. Tapi dengan munculnya Jokowi, PKL Tanah Abang mampu diatasi. Bisakah di Jabar, khususnya bangli dan PKL di Jalan Bandung-Garut diatasi juga,” katanya.

Didampingi pentolan salah satu LSM yang juga kader KNPI Kab. Bandung, Budi Bimantara, Oot yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) empat di Kab. Bandung mengakui, keberadaan bangli dan PKL di Jalan Bandung-Garut membuat jalanan kumuh dan memicu kemacetan di ruas jalan lintas provinsi tersebut.

Disediakan lahan

Sementara itu, untuk mengantisipasi maraknya bangli di sepanjang Jalan Raya Bandung-Garut, harus ada kerja sama antara Satpol PP di dua kabupaten dengan difasilitasi Satpol PP Provinsi Jabar. Selain itu PKL yang menempati trotoar, bahu jalan, dan badan jalan tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Demikian dikatakan Kepala Satpol PP Kab. Bandung, Yogie J.B. kepada “GM” di Rancaekek, Minggu (25/8). Menurut Yogie, untuk merelokasi ratusan pedagang yang menempati fasilitas umum itu, para pengusaha industri yang ada di kawasan tersebut bisa melakukan kerja sama. Yaitu mengadakan lahan untuk tempat relokasi para pedagang di depan perusahaan mereka.

“Jadi kita tidak hanya melakukan penertiban para pedagang. Tetapi harus juga merelokasi pedagang ke lahan yang sudah disiapkan para pengusaha,” katanya.

Relokasi diharapkan dapat menguntungkan bagi para pedagang dan para buruh pun ikut terbantu. Apalagi jika tempat relokasi itu dijadikan pusat pasar murah. “Warga yang biasa berbelanja ke kawasan Kota Bandung menghabiskan Rp 40.000, di lokasi pasar murah tersebut hanya cukup menghabiskan Rp 5.000,” katanya.

Yogie mengatakan, relokasi menjadi bagian dari perhatian dan pelayanan pemerintah. “Soalnya, mereka berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti untuk biaya makan, sekolah anak-anak, dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Ia juga berharap, untuk kelancaran lalu lintas di jalur Jalan Raya Garut-Bandung dan sebaliknya, Satpol PP Provinsi Jabar bisa berperan dengan lebih dominan dalam melakukan penertiban sekaligus penataan para pedagang jalur nasional tersebut. Selain bekerja sama dengan Satpol PP Kab. Bandung dan Kab. Sumedang, juga melibatkan para pengusaha industri dan garmen serta aparat terkait.

“Seperti saat melakukan penertiban arus mudik dan balik Lebaran di kawasan Rancaekek. Satpol PP dari Provinsi Jabar, Kab. Bandung, dan Kab. Sumedang, bersama-sama melakukan penertiban para pedagang untuk memperlancar arus lalu lintas. Penataannya pun bersama-sama dengan kepolisian setempat,” katanya. 

Ia juga mengatakan, bangli terbilang marak di kawasan Kec. Cimanggung, Jatinangor, Kab. Sumedang. Tidak menutup kemungkinan, di jalur Kec. Rancaekek, Kab. Bandung juga banyak pedagang yang menempati trotoar, bahu jalan, dan badan jalan yang harus ditertibkan.

Karena itu, pihaknya bangga saat ada pihak seperti anggota dewan dan LSM yang turut peduli menyikapi persoalan sosial di kawasan Rancaekek tersebut.

Sumber : http://klik-galamedia.com