Satpol PP Kab. Sumedang Mendata Mahasiswa Asing Jatinangor, Mereka Tak Punya Kipem

by -15 views

Satpol PP Kab. Sumedang Mendata Mahasiswa Asing Jatinangor, Mereka Tak Punya Kipem

Jatinangorku.com – Sebagian besar mahasiswa asing yang menimba ilmu di beberapa universitas yang ada di wilayah Jatinangor masih belum memiliki kartu tanda penduduk sementara (kipem). 

Padahal idealnya setiap mahasiswa asing atau tamu yang berkunjung ke suatu tempat harus lapor 1x 24jam kepada pengurus RT atau RW setempat. Namun sejumlah kader intelektual ini tak memiliki berkas kependudukan apa pun.

Hal tersebut diketahui setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Sumedang mendata mahasiswa asing di Jatinangor.

“Hasil pendataan kami, sebagian besar mahasiswa tidak memiliki identitas. Hanya ada fotokopi paspor dan kartu tanda mahasiswa (KTM) kampus. Upaya kami hanya mendata dan mengimbau agar RT dan RW mendata lagi,” kata Kepala Satpol PP Kab. Sumedang, Bambang Rianto kepada “GM” di kantor Kecamatan Jatinangor, Jumat (23/5).

Meskipun pihaknya belum mendata jumlah keseluruhan mahasiswa asing yang kuliah dan tinggal di Jatinangor, tetapi sudah diprediksi ada ratusan yang sudah didata.

Sebab dari setiap kosan yang didata, rata-rata jumlahnya 30 sampai 50 mahasiswa. Bahkan salah satu perumahan ada yang dihuni 70 mahasiswa.

“Proses pendataan masih berlangsung, jadi jumlah totalnya belum kami pastikan. Mayoritas mahasiswa asing kos di bilangan Sukawening dan Cisaladah, Desa Hegarmanah,” ujar Kasi Trantib Kec. Jatinangor, Odat Dadang Rosadi di tempat yang sama.

Pihaknya memastikan pengamanan akan diperketat. Terutama mahasiswa asing, sesuai surat perintah dari Bupati Sumedang.

Menurutnya, mahasiswa yang belum memiliki identitas akan dikoordinasikan dengan pengurus RT/RW setempat. Bahkan jika memungkinkan, ujarnya, pihak Pol PP akan memfasilitasi untuk mendaftarkan mereka ke Disdukcapil.

“Kebanyakan pengelola kos juga minta waktu. Karena penghuni kosan jarang yang menetap lama. Namun, formulir sudah kami bagikan ke setiap pemilik kos,” terangnya.

Pihaknya tak menutup kemungkinan akan menyidak paspor mahasiswa yang sudah kedaluwarsa karena sering tidak terkontrol. Sebab ada mahasiswa asing yang tinggal lebih dari 4 tahun.

“Padahal secara administrasi dilarang. Jadi, upaya ini untuk menertibkan administrasi kependudukan,” katanya.

Pernah mendata

Sementara itu, Ketua RT 44 Dusun Sukawening, Suhaili mengaku pendataan sebelumnya pernah dilakukan. Namun, kendalanya, pemilik kos dan penjaga tidak ada di tempat. Kebanyakan penjaga tidak mengetahui jumlah mahasiswa maupun identitasnya.

“Kadang kami disangka mau minta sumbangan atau ada biaya administrasi. Jadi memang susah. Makanya, dengan pendataan dari Pol PP Sumedang, kami merasa terbantu,” katanya.

Menurutnya, pengurus RT/RW pun sudah menerima formulir pendataan untuk dibagikan pada sejumlah mahasiswa asing. Ini sebagai antisipasi bagi yang tidak terdata oleh Satpol PP.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/