SBMPTN 2017 Siapkan 128.244 Kursi di 85 Kampus

by -25 views

Sebanyak 85 kampus menyediakan 128.244 kursi untuk penerimaan mahasiswa melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017. Pendaftaran SBMPTN 2017 sudah dibuka sejak 11 April 2017 dan akan ditutup pada 5 Mei 2017.

Pelaksanaan ujian tulis dan keterampilan akan digelar 16-18 Mei 2017. Sementara pengumuman kelulusan pada 13 Juni 2017.

Ketua Panitia Pusat SBMPTN 2017 Ravik Karsidi mengimbau, siswa yang tidak lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) segera mendaftar ke panitia lokal kampus tujuan. Pasalnya, panitia pusat tidak akan menambah waktu pendaftaran. “Daftar SBMPTN hanya sampai 5 Mei dan yang tak diterima SNMPTN lebih baik segera mendaftar jangan ditunda tunda,” ucap Ravik di Kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Kamis, 27 April 2017.

Ia menjelaskan, ada sebanyak 2.954 program studi yang siap menampung calon mahasiswa SBMPTN 2017. Sebanyak 1.663 program studi berbasis sains, sedangkan 1.391 lainnya untuk jurusan sosial dan hukum. Menurut dia, jurusan sains menyediakan 63.685 kursi dan 64.559 kursi untuk program studi sosial dan hukum. “Kuota untuk setiap kampus berbeda-beda, tergantung kapasitas gedung dan kebijakan rektor masing-masing,” ujarnya.

Deteksi Joki

Ia menegaskan, siswa yang mendaftar jangan mencoba mencurangi proses seleksi seperti dengan cara membayar joki ujian. Pasalnya, panitia memiliki sistem canggih yang mampu mendeteksi kecurangan tersebut. Panitia akan langsung mencoret siswa yang berbuat curang dan melaporkan joki ke pihak penegak hukum. “Jika ada yang menawarkan ada joki atau mengaku bisa menjamin lulus ujian, jangan percaya. Termasuk jaminan dari pejabat atau lainnya, itu tak akan berguna” ucapnya.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad menambahkan, upaya memanipulasi proses ujian SBMPTN selalu ada setiap tahun. Kendati demikian, pihak panitia pusat dan lokal selalu bisa mendeteksi sehingga menganulir hasil nilai ujian yang dilakukan joki. Menurut dia, rektor memiliki wewenang penuh dalam menetapkan standar nilai SBMPTN. “Praktik perjokian pasti ketahuan,” ujarnya.

Mantan Koordinator Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran 2016 Denie Heriadi menuturkan, praktik perjokian masih rawan terjadi di semua perguruan tinggi. Menurut dia, panitia tak bisa bergerak sendiri untuk memberantas kecurangan tersebut. Perlu dukungan dari masyarakat termasuk pihak penegak hukum.

“Penipuan seperti itu setiap tahun terus terjadi. Bahkan, tahun lalu ada korban yang tertipu hingga Rp 400 juta. Dan itu saya kira bukan hanya terjadi di Unpad, hampir di semua kampus,” ujar Denie