SD di Kec. Solokanjeruk Kekurangan Ruang Kelas

by -51 views

SD di Kec. Solokanjeruk Kekurangan Ruang Kelas

Jatinangorku.com – Kasubag UPTD Pendidikan TK/SD Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung, Drs. Agus mengatakan, sejumlah SD di Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung, saat ini rata-rata kekurangan satu kelas untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Ia berharap, sekolah yang mengalami kekurangan ruang kelas bisa ada penambahan untuk meningkatan kualitas pendidikan. 

“Memang awalnya, sekolah tersebut dibangun enam lokal. Karena ruang guru dan kepala sekolah tidak ada, satu ruang kelas digunakan untuk kantor guru dan kepala sekolah,” kata Agus didampingi Ketua PGRI Kec. Solokanjeruk, Hamdan Sopandi kepada “GM” di Solokanjeruk, Sabtu (28/9).

Menurutnya, jika satu ruang digunakan untuk aktivitas para guru, lima lokal digunakan untuk KBM. Namun satu dari lima ruang kelas itu, di antaranya digunakan untuk KBM para siswa kelas 1 dan 2. “Para siswa kelas 1 belajarnya itu pagi dan siangnya digunakan untuk para siswa kelas 2,” katanya.

Dikatakan Agus, sejumlah SD yang kekurangan ruang kelas itu, di antaranya SDN Sukasari 1 dan 2, Rancalongong 2, Rancaating, Sukasari, dan Kompleks SDN Solokanjeruk 1-4. “Karena kekurangan ruang kelas, khususnya untuk SDN Sukasari dan Rancaating, ada di antara para siswa yang sekolah siang,”katanya. 

Digelarnya sekolah siang itu, dapat menurunkan kualitas pendidikan karena mereka sewaktu-waktu bisa mengantuk saat melaksanakan KBM. “Jika sekolah siang, anak-anak di dalam ruang kelas saat proses KBM bisa mengantuk,” katanya.

Agus pun menyinggung pemberitaan di media massa terkait kondisi ruang kepala sekolah dan ruang kelas di SDN Sukamanah 3 di Desa Langensari, Kec. Solokanjeruk yang memprihatinkan. Menurutnya, bangunan di lingkungan SDN Sukamanah 3 itu merupakan bangunan bekas rumah dinas kepala sekolah. 

“Karena kekurangan ruang kelas, bekas rumah dinas itu digunakan ruang belajar. Saat ini sudah tidak digunakan lagi. Sedangkan ruang yang digunakan kepala sekolah saat ini, bekas ruangan penjaga sekolah. Bangunan tersebut bukan ruang kelas,” kata Agus.

Namun saat ini, bantuan rehab rumah dinas kepala sekolah belum ada Ia pun berharap, ke depannya pemerintah menggulirkan bantuan untuk rehab rumah dinas dan penambahan ruang kelas bagi sekolah yang mengalami kekurangan ruang KBM.

“Pada tahun ini, pemerintah lebih mengutamakan anggaran untuk melakukan rehabilitasi ruang kelas untuk KBM para siswa,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com