Sejak dibangun pada 2004 lalu, Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang selalu kebanjiran pasien.

by -66 views

Sejak dibangun pada 2004 lalu, Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang selalu kebanjiran pasien. 

Jatinangorku.com – Sejak dibangun pada 2004 lalu, Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang selalu kebanjiran pasien. Ada 20 mesin pencuci darah yang digunakan 20 pasien HD (hemodialisa) pada pagi hari dan 20 pasien lagi pada sore hari.

Setiap harinya, RSUD akan menangani 20-40 pasien. Namun, masih ada pasien yang harus mengantre sebanyak 10-20 orang yang berasal dari unit rawat jalan dan pasien baru.

“Dengan 20 mesin saja, pasien masih banyak dan masih ada pula yang mengantre tidak kebagian. Lalu kami atur lagi jadwalnya,” kata Ine Dewi Pelaksana dan Perawat Pasien HD di Ruang Hemodialisa RSUD Sumedang, Rabu (26/2/2014).

Agar semua pasien tertangani, RSUD Sumedang akan menambah 30 unit mesin HD. “Nanti bakal ada penambahan. Mudah-mudahan segera teralisasi karena memang pasiennya bertambah banyak,” ujar Ine lagi.

Pasien dengan vonis HD biasanya disebabkan oleh diabetes melitus atau terlalu banyak kadar gula dalam darah. Penyebab kedua adalah hipertensi. Namun, tidak mudah menyarankan pasien untuk melakukan cuci darah. Ketika dokter memberikan vonis hemodialisa, tidak serta merta pasien bisa langsung menuruti saran dokter.

“Pasien dengan vonis HD itu tidak akan langsung nurut mau di cuci darahnya dengan rutin tapi harus pelan-pelan karena mereka ketakutan dengan proses cuci darah tersebut. Padahal tidak menakutkan,” tutur Ine.

Tindakan HD biasanya dilakukan ketika pasien masih menjalani rawat inap. Dengan berbagai pendekatan lalu diantar ke ruang HD, pasien sedikit demi sedikit diberi pengarahan soal HD.

“Biasanya pasien langsung mau menjalani HD jika sudah diberi pendekatan seperti itu,” pungkasnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/