Sejarawan Minta Pemerintah Segera Bangun Museum Jatigede

by -20 views

Jatinangorku.com – Sejarawan dan budayawan Sumedang meminta pemerintah agar segera mewujudkan pembangunan Museum Jatigede.

Sebab, keberadaan Museum Jatigede tersebut sangat penting untuk melestarikan dan mendokumentasikan kekayaan sejarah dan budaya serta adat istiadat masyarakat di daerah genangan Waduk Jatigede.

Selain itu, sebagai bukti perjalanan sejarah pembangunan Jatigede sejak digulirkan tahun 1963 hingga sekarang, termasuk berbagai aktivitas masyarakatnya. Catatan sejarah Jatigede itu bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi generasi muda nanti.

“Oleh karena itu, kami minta pemerintah segera mewujudkan pembangunan Museum Jatigede,” ujar sejarawan dan budayawan Sumedang yang juga penggagas Pembangunan Museum Jatigede, Aom Achmad Wiriaatmadja ketika ditemui di rumahnya, di Jalan Pangeran Kornel Sumedang, Rabu (9/12/2015).

Menurut dia, pembangunan Museum Jatigede diyakini pasti dibangun oleh pemerintah. Hal itu, sempat disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jabar saat rapat membahas Rencana Pemindahan Situs Jatigede di kantor pemda Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, 17 September lalu.

Dalam rapat tersebut, sempat disampaikan bahwa pembangunan Museum Jatigede akan ditempatkan di sebelah barat bibir Waduk Jatigede.

Museum itu akan dibangun di lahan sekitar 6 hektare dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 600 miliar.

Bahkan Disparbud Jabar sudah membuat buku tentang “Penyusunan Masterplan Pendirian Museum Kawasan Jatiugede Kabupaten Sumedang”. Dalam laporan itu, berisi latar belakang, maksud tujuan dan foto hasil survey lapangan.

“Sejak rapat tersebut, sampai sekarang belum ada pembahasan lanjutan. Kapan dibangunnya, belum ada kepastian. Makanya, kami minta pemerintah pusat yakni Kementerian PUPR dan Pemprov Jabar terus memproses rencana pembangunan Museum Jatigede secara serius,” kata Aom Achmad yang sempat menjadi Ketua Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU).

Pembangunan Museum Jatigede, lanjut dia, tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, museum itu sebagai media untuk melestarikan sekaligus mendokumentasikan keberadaan sekitar 25 situs sejarah dan cagar budaya di daerah genangan Waduk Jatigede, terutama di wilayah Kecamatan Darmaraja.

Dari 25 situs tersebut, ada beberapa yang belum dipindahkan dan harus segera diselamatkan, seperti Makam Prabu Guru Aji Putih sebagai karuhun (nenek moyang) warga Sumedang dan cikal bakal Kerajaan Sumedang Larang. Selain itu, situs makam Cipeueut dan Situs Makam Tanjungsari di Kec. Darmaraja.

Berbagai aktivitas proses pembangunan Waduk Jatigede, relokasi masyarakat dan kependudukan, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat hingga adat istiadat warga di genangan Waduk Jatigede, juga harus terdokumentasikan secara lengkap dan diabadikan dalam Museum Jatigede.

“Dokumentasinya, bisa berupa data, buku, foto, gambar, kliping berita koran termasuk film dokumenter Jatigede. Benda-benda pusaka peninggalan sejarah yang masih disimpan dan dimiliki oleh masyarakat Jatigede, bisa mengisi benda koleksi museum. Masyarakat luas bisa menghibahkan benda-benda pusaka di Jatigede untuk koleksi museum. Ada rasa kebanggaan, apabila benda pusakanya disimpan di museum. Nantinya akan dilihat jutaan pasang mata para pengunjung. Begitu pula dengan sasakala atau legenda rakyat Jatigede, bisa dicatat dan didokumentasikan untuk disimpan di museum,” tuturnya.

Lebih jauh Aom Achmad mengatakan, mengingat begitu pentingnya keberadaan Museum Jatigede, sehingga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumedang, perlu segera menindaklanjuti rencana pembangunan museum tersebut.

Kedua dinas itu harus segera membentuk tim fasilitasi rencana pembangunan Museum Jatigede tingkat Kabupaten Sumedang. Tim tersebut beranggotakan sejumlah unsur terkait, seperti perwakilan instansi pemerintah dari provinsi dan Pemkab Sumedang, para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Sumedang.

“Tim tersebut yang nantinya akan bekerja menyusun, mengumpulkan, mengidententifikasikan, mengklasifikasikan serta mendokumentasikan berbagai benda peninggalan sejarah dan budaya untuk mengisi barang koleksi museum,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, Museum Negeri Sri Baduga di Bandung, sudah menyusun, mengidentifikasikan serta mengklasifikasikan, benda-benda apa saja yang layak dan cocok disimpan di Museum Jatigede.

Tim fasilitasi dari Kabupaten Sumedang bisa berkoordinasi dengan pengelola Museum Sri Baduga untuk memulai menyusun dan mengumpulkan koleksi museum tersebut.

“Penyusunannya harus dari sekarang, berbarengan dengan proses pembangunan museumnya. Sebab sekarang, dikejar waktu proses penggenangan Waduk Jatigede,” kata Aom Achmad.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/