Sejumlah Apartemen di Jatinangor Diduga Salahi Aturan

by -41 views

 

KBRN, Sumedang: Dugaan alih fungsi sejumlah apartemen yang berada diV kawasan Jatinangor, dalam peruntukkannya di sesalkan oleh sejumlah komponen masyarakat seperti, Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GAMPIL) Kecamatan Jatinangor.

Ketua Gampil, Agus Bustanul Mengatakan, bahwa alih fungsi peruntukkan tersebut tidak di benarkan karena telah melanggar izin prinsip yang dimiliki setiap apartemen di wilayah Jatinangor Kabupaten Sumedang.

“Izin apartemen itu kan ada dua kategori. Ada apartemen rumah susun milik (rusunami) dan ada rumah susun sewa (rusunawa),” kata Agus kepada wartawan, Kamis (14/7/2016).

Sementara, lanjut Ia. izin apartemen di Jatinangor adalah rusunami yang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah yang belum memiliki tempat tinggal.

“Kalau rusunami itu kan semestinya dijual tiap unitnya dan jadi hak milik. Tapi kalau rusunawa memang untuk disewakan,” ucap dia.

Izin apartemen di Jati nangor sendiri, tutur nya, harus memenuhi 14 item izin, mulai dari izin prinsip sampai dengan izin pengambilan air bawah tanah (artesis).

“Dalam izin prinsip terdapat peruntukkannya. Tapi kalau rusunami, harusnya jadi milik. sehingga bila manajemen apartemen sengaja menyewakannya berarti sudah menyalahi izinnya,” paparnya.

Oleh karenanya, kata Agus, pihaknya berharap Pemkab Sumedang lebih ketat mengawasi ke beradaan apartemen di Jatinangor agar tidak menyalahi aturan dan peruntukkannya tidak menyimpang dari ketentuan dan hukum yang berlaku.

“Izin apartemen berbeda dengan izin losmen atau pun hotel. Kami khawatir, bila apartemen di Jatinangor bisa disewakan sistem harian, apartemen ini diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung oleh pihak tidak bertanggung jawab sehingga menjadi preseden buruk bagi Jatinangor khususnya dan Sumedang pada umumnya,” katanya.

Bila memang terjadi alih fungsi peruntukkannya, dia mendorong agar Pemkab Sumedang lebih ekstra dalam melakukan pengawasan.

Sementara itu Camat Jatinangor Maman Wasman mengatakan, di sewakannya apartemen di Jatinangor bisa saja terjadi atas ke hendak pemilik unit di apartemen tersebut.