Sejumlah Apartemen di Jatingor ‘Berubah’ Jadi Rusunawa

by -55 views

 

Sejumlah apartemen (Pinewood, Taman Melati, Skyland, Easton Park) di wilayah Kecamatan Jatinangor diduga beralih menjadi rumah susun sewa (rusunawa). Bahkan, apartemen yang berdiri di kawasan pendidikan tersebut bisa disewa secara harian layaknya losmen maupun hotel.

Dugaan itu semakin kuat setelah ditanyakan kepada seorang petugas keamanan di salah satu apartemen (Apartemen Pinewood). “Bisa, tarif per harinya Rp500.000. Bisa langsung melalui saya,” ujarnya.

Alih fungsi ini disesali tokoh pemuda asal Kecamatan Jatinangor, Agus Bustanul, 35. Menurutnya, alih fungsi ini tidak dibenarkan karena telah melanggar izin prinsip yang dimilik setiap apartemen di wilayah Jatinangor.

“Izin apartemen itu kan ada dua kategori. Ada apartemen ru mah susun milik (rusunami) dan ada rumah susun sewa (rusunawa). Sementara izin apartemen di Jatinangor adalah rusunami yang diperuntukkan ba gi kalangan menengah ke atas/menengah ke bawah yang belum memiliki tempat tinggal.

“Kalau rusunami itu kan semestinya dijual/unit, jadi hak milik. Tapi kalau rusunawa memang untuk disewakan,” ujar dia yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gampil) Jatinangor.

Izin apartemen di Jatinangor sendiri, kata dia, harus memenuhi 14 item izin, mulai dari izin prinsip sampai dengan izin pengambilan air bawah tanah (artesis). “Dalam izin prinsip terdapat peruntukanannya. Tapi kalau rusunami, harusnya jadi milik, sehingga bila manajemen apartemen sengaja menyewakannya berarti sudah menyalahi izinnya,” tutur dia.

Oleh karenanya, kata dia, pihaknya berharap Pemkab Su me dang lebih ketat mengawasi ke beradaan apartemen di Jatinangor agar tidak menyalahi aturan dan peruntukkannya tidak menyimpang dari ketentuan dan hukum yang berlaku.

“Izin apartemen berbeda dengan izin losmen atau pun hotel. Kami khawatir, bila apartemen di Jatinangor bisa disewakan sistem harian, apartemen ini dijadikan tempat prostitusi terselubung oleh pihak tidak bertanggung jawab sehingga menjadi preseden buruk bagi Jatinangor khususnya, Su -medang pada umumnya,” keluhnya.

Sementara, anggota Komisi A DPRD Sumedang Yogie Yaman Santosa membenarkan ji ka secara aturan perundang-undangan, rusunami berbeda dengan apartemen. “Ya, memang secara aturan, UU rusunami bukan apartemen, itu berbeda,” sebutnya.

Bila terjadi alih fungsi peruntukkannya, dia mendorong agar Pemda Sumedang lebih ekstra dalam melakukan pengawasan.

“Kami (DPRD) mendorong agar pemerintah daerah lebih ekstra melakukan pengawasan terhadap keberadaan apartemen yang ada di Jatinangor. Jangan sampai alih peruntukkan seperti itu terjadi, karena secara aturan memang sudah melanggar,” terangnya.

Camat Jatinangor Maman Wasman mengatakan, disewakannya apartemen di Jatinangor bisa saja terjadi atas ke hendak pemilik unit di apartemen tersebut.