Sejumlah Mahasiswa Mulai Cemas untuk Pulang Malam Kampus Unpad Rawan

by -300 views

Sejumlah Mahasiswa Mulai Cemas untuk Pulang Malam Kampus Unpad Rawan

Jatinangorku.com – Kasus penculikan dan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, membuat sejumlah mahasiwa khawatir pulang malam. Kurangnya penerangan dan sepinya jalan memicu tidak kejahatan.

Genta (25), mahasiswa Unpad asal Padang mengatakan, pada malam hari, kampusnya memang minim penerangan dan sangat sepi. Meski ada lampu penerangan, di titik-titik tertentu kondisinya gelap.

“Terutama lorong-lorong, sepi dan gelap. Lalu di gerbang masuk dan keluar tidak dipasang CCTV. Harusnya sekelas Unpad sistem keamanannya ketat,” kata Genta kepada wartawan di kampus Unpad, Kamis (22/5).

Menurutnya, jalan menuju Unpad yang lebih dekat, yaitu melewati belakang SMAN Jatinangor, kondisinya juga sangat gelap. Padahal cukup banyak mahasiswa memotong jalan ke lokasi itu saat mereka pulang kuliah. Genta juga mengaku sangat khawatir karena ketika keluar gerbang kampus, banyak geng motor yang mangkal. Oleh karena itu, pihak kepolisian dari Polsek Jatinangor yang sangat dekat dengan kampus, hendaknya berpatroli.

“Rasa khawatir itu ada. Terutama ketika keluar malam jika ada tugas di kampus. Kami berharap sistem keamanan diperketat kembali,” katanya.

Hal senada diungkapkan Lies Maharani. Menurut mahasiswi jurusan perikanan itu, saat pulang kampus malam hari, rasa takut selalu menghantui. Apalagi belakangan sering terjadi penjambretan dan kekerasan.

“Jadi suka takut aja kalau jalan sendiri. Ketika ada kasus itu (penculikan dan pemerkosaan mahasiswi, red), kami lebih sering berada di dalam kosan daripada keluyuran malam,” ungkapnya.

Dia pun menyebut sistem keamanan di Unpad di bawah standar, padahal ribuan mahasiswa baik dari dalam negeri maupun luar negeri kuliah di sana.

“Contoh saja, di daerah Sukawening ada 700 mahasiswa asing asal Malaysia, India, dan Tionghoa yang kuliah di Unpad. Sebagian yang tidak punya kendaraan, jalan kaki atau naik angkot. Jadi, rawan buat keselamatan,” tegasnya.

Tidak ada CCTV

Sementara itu, Kapolsek Jatinangor Kompol Roedy de Vries mengatakan, tiga titik pintu keluar dan masuk Unpad, tidak dilengkapi CCTV. Sehingga menyulitkan petugas mengungkap palaku kejahatan.

Dalam enam bulan (Januari sampai Mei 2014), lanjutnya, Polsek Jatinangor sudah menerima 10 laporan polisi (LP) yang kebanyakan korbannya mahasiswa Unpad. Kasusnya pencurian kendaraan bermotor, kehilangan HP dan laptop, bahkan penipuan. 

“Di lingkungan kampus minim penerangan. Bahkan tidak terpasang CCTV, khususnya di tiga pintu masuk dan keluar kawasan kampus,” kata Roedy di Mapolsek Jatinangor, Kamis (22/5)

Sebelumnya, Polsek Jatinangor sudah menyarankan pengelola kampus untuk memasang CCTV di setiap lokasi yang dianggap rawan aksi kejahatan. Namun arahan tersebut tak pernah diindahkan pengelola kampus. Padahal, keberadaan CCTV sangat membantu proses pengungkapan aksi kejahatan.

“Kasus JS kemarin menyulitkan polisi dalam menentukan posisi terakhir korban. Kalau di sana ada CCTV, gerak-gerik siapa pun yang akan melakukan kejahatan akan terdeteksi,” terangnya.

Lebih parah lagi, aksi kejahatan terjadi di ruangan kantor dan toliet. Seperti saat korban ke toilet, ada HP atau laptop hilang dicuri pelaku. Itu menandakan sistem keamanan di Unpad sangat minim.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/