Sejumlah Masalah Masih Bayangi Tol Cisumdawu

by -77 views

 

Satuan kerja proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) terus berupaya mempersiapkan rute terbaik jalan tol sepanjang 60,5 kilometer itu. Namun, di lapangan masih ditemukan kendala yang diperlukan campur tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dari hasil pertemuan antara Satker Tol Cisumdawu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Sekda Jabar Iwa Karniwa, di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Selasa 26 Juli 2016, terdapat kendala sementara yang dialami dalam proses pembangunan jalan tol tersbut. Di antaranya penyelesaian tanah wakaf, perubahan penetapan lokasi di seksi seksi V sepanjang 2,5 kilometer. Selain itu, harus adanya sinkronisasi titik akhir tol yang dibangun sejak 2015 lalu ini dengan Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang nantinya juga menjadi akses penghubung menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertaati, Majalengka.

“Saya minta bantuan provinsi karena supaya ada koordinasi. Kalau kita kan menyiapkan data teknis, kalau kita terkait dengan kordinasi Cipali-Cisumdawu karena ini multisektor perlu ada dukungan pemprov,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Tol Cisumdawu, Wida Nurfaida, saat meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu di seksi II fase pertama di Rancakalong.

Pembangunan tol yang terdiri dari enam seksi itu, sampai saat ini perkembangannya, Seksi II fase I pengerjaan fisiknya telah mencapai 76,87% dan pembebasan lahannya mencapai 93,31%. Sementara untuk Seksi II fase II proses pembebasan lahannya telah mencapai 80,12% dan pengerjaan fisiknya masih 0%. Di lapangan, pelaksana proyek masih berusaha menyelesaikan pembangunan Seksi II Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 10,7 kilometer yang ditargetkan selesai 2017.

Ketika ditanya persoalan dalam pembangunan tol tersebut, Wida mengakui tidak ada persoalan. Namun yang paling medesak adalah masalah dana untuk pembebasan lahan. Karena dananya masih sangat kurang. Kebutuhan dana untuk pembebasan kurang lebih sebesar Rp 2 triliun.

Wida melanjutkan, yang paling diharapkan yaitu pada APBN perubahan, yaitu dana pendampingan sebanyak 10 persen dari total seluruh biaya kontruksi yang mencapai Rp 349 miliar. Hal itu sangat dibutuhkan karena sekarang kontraktor sudah siap. “Itu sudah dijanjikan oleh pemerintah pusat, kita hanya bisa menunggu dan mendorong.”

Sementara itu, Iwa Kartiwa mengatakan, ada perkembangan yang signifikan pada pembangunan ruas Tol Cisumdawu termasuk di antaranya persiapan terowongan sepanjang 472 meter. Selain itu perkembangan pembebasan lahan seksi 2 fase 1 s‎udah 93% lebih, hanya tinggal menyisakan tanah wakaf