Sekda Sumedang Sudah Ajukan Pensiun untuk Pencalonan pada Pilkada

by -19 views

Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumedang Zaenal Alimin sudah mengajukan pensiun per tanggal 1 Februari 2018 nanti, untuk maju pada Pilkada Kab. Sumedang 2018.  Mengingat waktu pensiunnya masih tersisa 3 bulan lagi, sehingga  Zaenal Alimin tetap berupaya  menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara optimal sebagai sekda.  

“Walaupun saya akan mencalonkna diri,  saya menyadari status saya ini masih sebagai PNS dan pejabat. Oleh karena itu, saya tetap berupaya keras menjalankan tugas dan kewajiban saya di pemerintahan. Untuk persiapan Pilkada, saya melakukannya di luar jam dan hari kerja sehingga  tidak mengganggu pekerjaan saya di pemerintahan,”  ujar Sekda Kab. Sumedang Zaenal Alimin usai memberikan sambutan pada “Wisuda ke-XXXV Perguruan Tinggi Sebelas April dan STMIK Sumedang tahun 2017” di Graha Plaza Asia Sumedang Jalan Mayor Abdurachman Sumedang, Selasa 7 November 2017.

Ia katakan itu, menyinggung rencana Bupati Sumedang Eka Setiawan yang akan mengangkat pejabat Plt (pejabat pelaksana tugas) untuk mengisi kekosongan para pejabat Pemkab Sumedang yang akan mencalonkan diri pada Pilkada nanti.  Sejumlah pejabat yang ramai diperbincangkan untuk maju pada Pilkada, di antaranya Sekda Kab. Sumedang Zaenal Alimin dan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Sumedang Ade Guntara Ardi.  Pengangkatan Plt oleh bupati, supaya para pejabat yang akan mencalonkan pada Pilkada tidak mengganggu kinerjanya di pemerintahan.

Menurut dia, mengangkat Plt untuk mengisi kekosongan para pejabat yang akan mencalonkan diri pada Pilkada, ada  aturannya. Pengangkatan pejabat Plt, apabila pejabat yang mencalonkan diri pada Pilkada sudah mengundurkan diri sebagai PNS karena pencalonannya sudah ditetapkan oleh KPU.

“Karena penetapan calon dari KPU-nya belum, sehingga saya masih terikat tugas dan kewajiban sebagai PNS dan pejabat. Sampai sekarang saya tetap menjalankan tugas dan kewajiban sebagai menstinya. Jadi sekali lagi saya katakan, pencalonan saya pada  Pilkada, tidak mengganggu tugas dan tanggungjawab saya di pemerintahan. Justru, yang mengganggu itu para provokator. Menjelang Pilkada ini, banyak provokatornya,” ujar Zaenal Alimin.

Jalur perseorangan

Disinggung  pencalonannya, Zaenal Alimin mengatakan, hingga kini dirinya masih tetap konsisten memilih jalur perseorangan.  Sikap itu tetap dipegangnya, meski sudah ada beberapa parpol yang mencoba “meminangnya”.  Salah satu parpol yang baru-baru ini mencoba mendekatinya, yakni Partai Golkar. “Sampai sekarang ini, pencalonan saya masih di  jalur perseorangan. Untuk persiapannya, masih konsolidasi. Kalau siapa pasangannya, sudah banyak yang tahu. Insya Alloh dengan Pak Asep Kurnia (Akur/mantan Ketua KPU Kab. Sumedang). Untuk syarat dukungannya (pengumpulan e-KTP), sudah siap,” katanya.

Zaenal Alimin menuturkan, meski diakui sudah banyak parpol yang ingin meminangnya termasuk baru-baru ini Partai Golkar, dirinya tetap konsisten untuk maju di jalur perseorangan.  Dikatakan, parpol yang mendekat bukan hanya Golkar saja, parpol yang lainnya pun sama.  Bahkan hubungannya dengan semua parpol hingga kini berjalan dengan baik.    “Terlepas apakah saya nanti  akan bergabung dengan parpol, kita lihat saya nanti. Yang pasti, persiapan saya untuk maju pada Pilkada, masih di  jalur perseorangan,” kata Zaenal Alimin.  

Angkat pejabat Plt.

Sebelumnya, Bupati Sumedang Eka Setiawan sudah membulatkan tekadnya untuk bertarung pada Pilkada Kab. Sumedang 2018. Dalam prosesnya, orang nomor satu di Kab. Sumedang itu masih menunggu rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pusat untuk mengusungnya.

Untuk persiapan pencalonannya, kata dia, dirinya akan  menunggu dan melihat deklarasi pasangan calon lainnya pada November nanti.  Terlebih ada beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Sumedang yang akan ikut mencalonkan diri pada Pilkada. Terkait  pejabat tersebut, dirinya berencana akan mengangkat pejabat  Plt (pelaksana tugas) guna mengisi kekosongan pejabat yang akan mencalonkan diri pada Pilkada.

 “Bagi birokrat yang akan mencalonkan diri pada Pilkada, nanti saya akan mengangkat Plt. Jika tidak, proses pencalonannya pasti akan mengganggu  tugas dan tanggungjawabnya dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Saya akan segera mengkaji sekaligus mendengarkan pendapat dari masyarakat untuk mengangkat Plt,” kata Eka.

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com