Sekolah Perketat Siswa yang Membawa Kendaraan Bermotor Hindari Tragedi “Si Dul” Terulang

by -63 views

Sekolah Perketat Siswa yang Membawa Kendaraan Bermotor Hindari Tragedi “Si Dul” Terulang

Jatinangorku.com – Kecelakaan yang menimpa anak bungsu musisi terkenal Ahmad Dhani, AQJ yang akrab disapa Dul, Senin (10/9) dini hari bukan hanya membuat publik terkejut. Dul yang masih anak-anak sudah bisa mengendarai mobil, bahkan pada malam hari. Publik semakin kaget saat mengetahui kecelakaan itu turut menghilangkan 6 nyawa. 

Mengomentari peristiwa tersebut, sejumlah sekolah di Bandung berharap “tragedi si Dul” tersebut tidak dialami para pelajar di Kota Kembang.

Bidang Kesiswaan SMP Negeri 11 Bandung, Agus kepada “GM”, Selasa (10/9) mengungkapkan, pihak sekolah sudah lama melarang para siswa membawa sepeda motor, apalagi mobil.

“Kebanyakan siswa masih di bawah umur untuk membuat SIM, selain itu ditakutkan terjadi kecelakaan yang merugikan banyak pihak, seperti yang terjadi pada Dul,” ujarnya saat ditemui di kampus SMPN 11, Jln. Samsudin Bandung, Selasa (10/9).

Dikatakan Agus, apabila ada siswa yang masih membawa kendaraan ke sekolah, pihaknya tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi yang cukup berat. 

“Memang ada saja siswa yang membawa kendaraan, namun mereka tidak memarkirnya di dalam sekolah, malainkan di tempat parkir luar sekolah. Kalau ketahuan membawa motor, biasanya motornya disita pihak sekolah dan baru boleh dibawa oleh orangtua,” katanya.

Aturan supaya para siswa tidak membawa kendaraan ke sekolah, menurut Agus, tidak bisa ditegakkan pihak sekolah sendiri. Tetapi perlu kerja sama dengan pihak lain, seperti orangtua dan kepolisian. Sebagai upaya antisipatif, pihak SMPN 11 pun selalu melakukan pertemuan dengan para orangtua.

Agus menegaskan agar mereka tidak memberikan izin kepada anaknya untuk membawa kendaraan. “Kita pun berharap pihak kepolisian menindak tegas pelajar di bawah umur yang kedapatan membawa kendaraan. Kepolisian sebagai penegak hukum harus bertindak tegas. Karena tak jarang para siswa yang belum menginjak usia 17 tahun sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Jadi mau melarang pun susah,” katanya.

Larangan siswa membawa kendaraan juga diterapkan di SMPN 3 Bandung. Menurut guru Bidang Kesiswaan SMPN 3, Hj. Endah, di sekolahnya kebanyakan siswa diantar orangtuanya ke sekolah.

“Kalau di kami jangankan kendaraan, handphone yang harganya sangat mahal juga dilarang. Supaya siswa fokus belajar dan menimba ilmu sepenuhnya. Bukan malah sombong memperlihatkan kekayaan yang sebetulnya bukan miliknya,” ujar Endah.

Sementara Bagian Humas SMAN 8 Bandung, Tintin mengatakan, pihak sekolah tidak melarang siswa membawa kendaraan selama mempunyai SIM. 

“Biasanya kelas 12 sudah punya SIM, sedangkan kelas 10 dan 11 sebagian ada yang belum punya. Kalaupun diketahui membawa kendaraan tanpa SIM, pihak sekolah memberikan sanksi yang proporsional,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com