Seleksi Sekda Sumedang Disorot

by

SELEKSI Terbuka atau Open Bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang mulai disorot berbagai pihak termasuk pegiat lembaga sosial masyarakat (LSM).

Situasi itu muncul, setelah belakangan mereka mengendus adanya kepentingan dalam proses penjaringan  jabatan orang nomor tiga dalam Pemerintahan Kabupaten Sumedang tersebut.

Ketua LSM Komite Nasional Pengawas Kebijakan Publik, Asep Surya Nugraha mengungkapkan, proses seleksi tersebut hanya sebatas formalitas. Pasalnya dia telah mengendus, jika dari keempat peserta  seleksi itu,  nama Herman Suryatman sudah lebih dulu, disebut-sebut bakal lolos dan diputuskan jadi Sekda Sumedang.

“Kalau menyikapi  isu yang berkembang ke permukaan saat ini, saya menduga adanya kepentingan dari Bupati (H. Dony Ahmad Munir), untuk memutuskan Herman jadi Sekda. Apalagi isu itu saya cium keluar dari ring satu, disamping diserap dari jajaran pejabat eselon II, lainnya,” kata Asep.

Proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama Sekda Sumedang,  mulai 19 November ini. Seleksi selama tiga hari diikuti oleh 4 orang. Keempatnya yaitu Ayi Rusmana (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Endah Kusyaman (Asisten Pemerintahan) Herman Suryatman (Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kemenyan RB) dan Sonson M. Nurikhsan (Kepala Dinas Pendidikan).

Menyikapi situasi itu,  Asep mewanti wanti  agar dalam proses penjaringan jabatan Sekda dilakukan sesuai aturan dan objektif, serta tidak mengabaikan rekan jejak mereka.  

“Pastikan semuanya berjalan sesuai aturan, terlebih dapat melihat rekam jejak masing masing para calon Sekda ini. Sebab saya tahu persis rekam jejak mereka. Sehingga jangan sampai, baru saja diputuskan jadi Sekda, yang bersangkutan  tidak lama harus berhadapan dengan aparatur penegak hukum. Jadi rekam jejak ini sangat penting, untuk jadi pertimbangan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, H.Dony Ahmad Munir, ketika dimintai tanggapannya, menyangkal adanya pengaturan proses seleksi Sekda Sumedang.

Menurutnya, proses berjalan sesuai aturan dan taat azas. “Sekarang ikuti saja prosesnya. Semua peserta memiliki kesempatan dan hak yang sama. Jadi masalah ada dugaan setingan, itu hanya isu saja,” kata Dony, usai bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kab.Sumedang, di Hotel Sapphire, Senin (19/11/2018).

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com