Selingkuh dengan Sisca Yofie Kompol Albertus Dijatuhi 3 Sanksi

by -237 views

Selingkuh dengan Sisca Yofie Kompol Albertus Dijatuhi 3 Sanksi

Jatinangorku.com – Kompol Albertus Eko Budiharto, perwira yang memiliki kedekatan dengan Sisca Yofie (alm.), ternyata sudah menjalani sidang disiplin yang digelar Polda Jabar, Selasa (10/9) lalu dan dijatuhi tiga sanksi sekaligus.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul mengatakan, Albertus hanya menjalani satu kali sidang. “Ya betul, sidangnya sudah digelar. Sudah dijatuhi sanksi,” ujar Martinus kepada wartawan, Kamis (12/9).

Martinus yang juga bertindak sebagai atasan hukum (ankum) dari Albertus menambahkan, sidang dipimpin oleh dirinya. Sidang berlangsung selama tujuh jam mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. “Saya sendiri sebagai ankum yang memimpin sidang,” katanya.

Dijelaskan Martinus, dalam sidang itu Kompol Albertus divonis bersalah dan dijatuhi sanksi. Sanksi yang diberikan tidak hanya satu melainkan tiga. Meski awalnya Albertus terancam dijerat tujuh sanksi sekaligus.

Dikatakan Martinus, Albertus terbukti melanggar PP RI No. 2/2003 mengenai peraturan disiplin anggota Polri. Pasal yang diterapkan Pasal 3g dan Pasal 5a. Dari putusan itu, Albertus mendapat hukuman berupa penundaan pangkat selama satu periode, penundaan pendidikan selama enam bulan, dan penundaan kenaikan gaji berkala.

“Dia menerima sanksi yang diberikan. Artinya tidak akan ada upaya banding dari yang bersangkutan,” tutur Martinus.

Meski mendapat tiga sanksi sekaligus, namun Albertus tetap bekerja seperti biasa. Aktivitasnya sebagai Kepala Subbagian Penerangan Masyarakat (Kasubid Penmas) Bid Humas Polda Jabar masih tetap melekat. Tadinya, posisinya itu terkait job kenaikan pangkat untuk naik menjadi AKBP. 

Sebelum di posisi sekarang, Albertus menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) di Ditreskrimsus Polda Jabar. Sedangkan perkenalannya dengan Sisca bermula saat dirinya menjabat sebagai Kapolsekta Astanaanyar.

Seperti diketahui, nama Albertus mencuat setelah terungkapnya kisah asmara terselubung antara dirinya dengan korban kasus penjambretan, Sisca Yofie. Semula, Albertus disangka menjadi otak intelektual dari kasus penjambretan yang berujung pada tewasnya Sisca. Namun belakangan, Albertus hanya terbukti bersalah melanggar peraturan disiplin karena menjalin hubungan dengan Sisca dalam kondisi telah memiliki istri.

Dikembalikan

Sementara itu, berkas perkara pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Sisca Yofie (34), dikembalikan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung kepada penyidik Polrestabes Bandung karena belum lengkap. Kejari Kota Bandung meminta penyidik Polrestabes Bandung melengkapi berkas kasus tersebut, terutama berkas tentang jejak komunikasi handphone (HP) kedua tersangka, yakni Wawan (39) dan Ade (24).

Menurut Kepala Kejari (Kajari) Kota Bandung Febri Adriansyah, berkas yang sudah dilimpahkan polisi pada pekan lalu dianggap belum lengkap. Sehingga berkas diserahkan kembali ke Polrestabes Bandung. “Berkasnya sudah dikembalikan atau P19 pada hari ini,” ungkapnya kepada wartawan di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Kamis (12/9).

Dikatakan Febri, pihaknya menyertakan beberapa petunjuk yang mesti dilengkapi penyidik kepolisian yang menangani kasus Sisca. Kejaksaan ingin memastikan apakah kedua tersangka tersebut melibatkan orang lain atau tidak.

“Yang penting itu ada persiapan atau tidak antara tersangka dan orang lain. Maka itu perlu forensik digital. Sadap HP tersangka, ada kaitannya atau tidak. Itulah yang paling penting,” beber Febri.

Untuk penyadapan HP, tambah Febri, penyidik kepolisian bisa berkoordinasi dengan pihak provider telepon guna memenuhi petunjuk tersebut. 

“Ini untuk mengetahui apakah tersangka sebelumnya ada komunikasi dengan siapa saja. Nomor-nomor telepon ini nanti bisa kita teliti kembali, ada tidaknya orang lain dalam perkara ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Bandung sudah melimpahkan berkas perkara pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Sisca Yofie ke Kejari Kota Bandung pada Senin (2/9) lalu. Sisca tewas setelah dibacok lalu diseret sejauh 500 meter. 

Branch Manager PT Verena Multi Finance Bandung itu ditemukan bersimbah darah di Jln. Cipedes Tengah, dekat Lapangan Abra. Dalam kasus tersebut polisi menetapkan Ade dan Wawan sebagai tersangka setelah Ade menyerahkan diri ke Polsekta Sukajadi.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com