Semarak Sewindu Jatos Jadi Barometer Perekonomian Jatinangor

by -73 views

Jatinangorku.com – Keberadan Jatinangor Town Square (Jatos) sebagai pusat perbelanjatan pertama dan terlengkap di kawasan pendidikan Jatinangor memang telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan wilayah yang terletak di Bandung Timur. Bahkan, tidak berlebihan jika Jatos telah menjadi pendobrak perkembangan perekonomian di Jatinangor.

Tepat pada 29 September 2014, Jatos menginjak usia yang kedelapan. Perayaan anniversary pusat perbelanjaan tersebut mengambil tema “Semarak Sewindu”.

Pada perayaan yang dipusatkan di Atrium Jatos lantai LGF, tontonan segar dengan menyuguhkan berbagai hiburan, sukses menyita perhatian para pengunjung yang tengah berbelanja atau sekadar berjalan-jalan.

Acara tersebut dimeriahkan dengan fashion show dari sejumlah model, penampilan band lokal, pemutaran video dokumenter sejarah berdirinya Jatos, talkshow bersama Putri Indonesia Pariwisata 2014, Estelita Liana, serta yang sangat ditunggu-tunggu yakni penampilan dari penyanyi solo, Cakra Khan.

General Manager Jatos, Hadianto berharap di ulang tahun kedelapan ini, kiprah Jatos bisa tetap diterima oleh pengunjung dan bisa memberikan kontribusi yang baik bagi warga di kawasan pendidikan tersebut.

“Kesuksesan Jatos tentu saja bukan pencapaian yang mudah. Kerja sama antara manajemen dan tenant, semoga bisa menjadi tempat berbelanja terbaik, aman, nyaman, dan dengan harga terjangkau,” kata Hadianto.

Selain itu, ia berharap Jatos tidak hanya memberikan kontribusi bagi warga Sumedang, tapi juga menjadi idola pengunjung dari luar Sumedang seperti di Kabupaten/Kota Bandung.

“Semoga eksistensi Jatos bisa membawa berkah bagi semuanya,” ucapnya.

Sebagai salah satu member dari PT Bandung Inti Graha, Jatos hadir di tengah-tengah masyarakat Jatinangor, sebagai pusat perbelanjaan pertama, terlengkap, dan terbesar di wilayah Bandung Timur.

Dengan lokasi cukup strategis yang berada di Jalan Raya Jatinangor No. 150 dan dekat dengan empat perguruan tinggi seperti Unpad, IPDN, Ikopin, dan Unwim, Jatos menjadi barometer perekonomian masyarakat di wilayah Jatinangor.

“Jatos menjadi tempat wisata berlanja dan pengembangan usaha yang sangat potensial bagi para tenant. Komitmen kami tetap ingin memberikan yang terbaik, pelayanan di bidang jasa, baik itu kepada pengunjung maupun tenant,” ungkap Hadianto.

Pengembangan konsep

Melihat minat pasar yang mengunjungi Jatos, manajemen mulai ancang-ancang mengembangkan konsep yang nantinya akan mewarnai tampilan dan fasilitas yang disediakan.

“Konsep belum berubah, kami sedang mencari jati diri. Kalau Bandung Trade Center (BTC) mungkin lebih ke fesyen, sementara konsumen kami lebih ke anak muda yang suka hang out, jadi mungkin lebih memperbanyak tempat nongkrong,” paparnya.

Melihat satu tahun ke belakang dengan bertambahnya pengunjung yang kian besar, pihaknya pasti akan melakukan pengembangan. Dalam rencana pengembangan tersebut, sudah dipastikan fasilitas parkir menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bagi kenyamanan pengunjung.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/