Senapan Angin Cipacing Sepi Pembeli

by -87 views

Senapan Angin Cipacing Sepi Pembeli

Jatinangorku.com – Sejumlah perajin dan penjual senapan angin di sepanjang Jalan Raya Bandung-Garut Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan minimnya pendapatan dari menjual senapan.

Menurut salah seorang perajin dan penjual senapan, Agus Komarudin, minimnya penghasilan tersebut akibat kurangnya pemasaran, keterbatasan bahan, serta biaya produksi yang semakin meningkat. Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang jarang melakukan pembinaan maupun menyokong modal.

“Akhir-akhir ini penjualan senapan sepi. Paling kalau kerajinan tangan seperti zimbeh dan panah-panahan lumayan ada yang beli,” kata Agus kepada “GM”, Rabu (20/8).

Terpuruknya beberapa pengusaha dan perajin, khususnya warga Cipacing, diduga karena produk mereka kalah bersaing dengan produk dari kota lain, seperti Tasikmalaya dan Cirebon.

“Anehnya, barang tersebut hampir sama dengan produksi yang ada di Cipacing. Bahkan, produk mereka maju dan berkembang pesat akibat pembinaan dari pemda setempat yang cukup baik,” paparnya.

Agus menuturkan, untuk membuat dan menjual satu senapan saja, prosesnya memakan waktu cukup lama. Bahkan, ada beberapa pemesan dan pembeli yang menawar dengan harga di bawah standar. Itulah yang menyebabkan para penjual terpaksa harus menjual dengan harga murah.

“Ketimbang tidak laku, ya dijual saja meskipun keuntungannya sedikit. Bahkan, sebagian pedagang lebih memilih beralih profesi ke bidang lain,” terangnya.

Ia memaklumi dan memahami ketika perajin lain meninggalkan usaha merakit dan menjual senapan. Pasalnya, mereka kesulitan biaya produksi dan terbatasnya bahan baku. Seperti metal (bijih besi, red) dan bahan lainnya.

“Kalau eksistensi para perajin kembali bangkit dengan dorongan pemkab, dipastikan salah satu aset dan potensi Sumedang akan kembali diminati para konsumen,” ucapnya.

Kualitas tidak kalah

Salah seorang pengunjung, Yoris Nur Hakim (45) mengatakan, kualitas senapan Cipacing cukup baik. Menurut warga asal Jakarta yang memiliki hobi berburu ke hutan itu, beberapa jenis senapan yang ia punya memang berasal dari Cipacing.

“Beberapa senapan lainnya yang saya punya, sebagian dari beberapa daerah di Indonesia. Jujur, hanya senapan Cipacing yang saya anggap kualitasnya baik. Harganya pun murah kalau dibandingkan dengan harga dari daerah lain,” ujar Yoris.

Namun, tambahnya, senapan angin buatan Cipacing sulit diperoleh di pasaran. Ia mengaku heran mengapa potensi Cipacing bisa tidak masuk ke pasaran Jakarta. Padahal, kualitas senapannya mampu bersaing dengan produk lain.

“Kalau senapan yang dari Cipacing, bahannya tidak mudah bergeser (memuai, red). Bahkan, bidikannya tepat, stabil, dan kualitasnya tidak terpengaruh usia senapan,” jelasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/