Senapan Angin Cipacing yang Sudah Tak di Atas Angin

by -387 views

senapan-angin-cipacing-1jatinangorku.com – Minimnya pendapatan perajin di Desa Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang mengakibatkan berkurangnya minat generasi muda untuk menggeluti profesi tersebut. Bahkan, sejumlah kerajinan khas Cipacing kini terpinggirkan, termasuk kerajinan senapan angin yang sudah tak di atas angin.

Salah seorang perajin sekaligus pemilik galeri kerajinan asal Desa Cipacing, Dadang Taryana (40) membenarkan bahwa perajin di Desa Cipacing nyaris punah. Pasalnya, pendapatan profesi tersebut dianggap tak menentu.

Sebelumnya, lanjut Dadang, warga antusias dalam menggeluti bisnis hasil kerajinan. Bahkan, sebagian besar warga setempat berprofesi sebagai perajin.

Pada saat itu, katanya, hasil kerajinan tangan produksi Cipacing terbilang ramai dikunjungi pembeli. Namun, nasib perajin di Cipacing pada saat ini terpuruk akibat sepinya pembeli.

“Kondisi itu ditengarai akibat kalah bersaing dengan hasil perajin dari daerah lain. Saya berharap, Pemkab Sumedang kembali fokus memperhatikan kelangsungan nasibnya,” kata Dadang Taryana kepada wartawan, Kamis (4/7).

Didampingi ketua kelompok perajin Cipacing, Asep Rohman, Dadang Taryana mengatakan, jumlah perajin di Desa Cipacing mencapai 90 persen dan sisanya berprofesi sebagai buruh pabrik.

Dulu, hasil kerajinan warga Cipacing seperti patung asmat, jimbe, wayang, hiasan dinding, dan pernak-pernik lainnya, termasuk senapan angin menjadi buruan pelaku usaha kerajinan tangan dari seluruh Indonesia.

“Namun, berbeda dengan sekarang. Saat ini perajin belum tentu bisa menjual hasil karyanya. Bahkan perajin bingung hasil karyanya akan dijual ke mana. Perajin Cipacing kini banyak yang beralih profesi menjadi karyawan swasta dan kuli bangunan,” katanya.

Sebelumnya, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kec. Jatinangor, Iis Yuliani, S.E. berharap segera memiliki sentra kerajinan.

“Potensi perajin di Jatinangor cukup tinggi. Namun hingga saat ini belum memiliki sentra kerajinan. Untuk pembinaan, kami terus menerus melakukannya dengan harapan mereka bisa berdikari hingga mampu mengembangkan usahanya,” ujarnya.

(B.115)**